Ramalan Luhut soal Nasib Rupiah, Naik atau Turun?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 11:37 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meramal nasib mata uang Indonesia rupiah. Terutama saat Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya.

Luhut menjelaskan, ekonomi Indonesia saat ini dalam keadaan yang cukup baik. Salah satu penyebabnya karena kesuksesan penanganan pandemi COVID-19.

"Jadi ekonomi ini, Anda lihat sekarang, kita termasuk ekonomi yang paling baik di dalam mengendalikan keseimbangan dengan COVID-19 ini," tuturnya dalam acara Peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia 2022, Rabu (19/11/2022).

Menurut Luhut salah satu bukti ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi prima adalah dari sisi neraca perdagangan. Pada 2021 neraca perdagangan Indonesia menorehkan rekor.

"Ekspor kita tahun lalu adalah yang tertinggi sepanjang sejarah yaitu US$ 233 miliar, belum pernah tercapai sebelumnya. Impor kita juga tinggi US$ 193 miliar," terangnya.

Nah torehan ekspor dan impor tersebut diyakini Luhut akan berdampak pada ketahanan nilai tukar rupiah, karena bertambahnya stok dolar AS di dalam negeri. Oleh karena itu dia yakin, ketika The Fed menaikkan suku bunganya hanya akan berdampak kecil pada rupiah.

"Nanti kita lihat rupiah ini kalau nanti naik suku bunga di Amerika, berapa banyak terkoreksi rupiah kita. Menurut saya tidak akan terlalu banyak, karena kita punya dolar makin banyak di Indonesia. Nah ini semua kerja kita ramai-ramai," tutup Luhut.

Lihat juga video 'Alasan PKS Tolak RUU IKN: Kondisi Ekonomi Negara Sedang Sulit':

[Gambas:Video 20detik]



(das/fdl)