Rayu Emiten RI, Bursa London Kampanye Biaya Pencatatan Murah
Rabu, 10 Mei 2006 11:18 WIB
Jakarta - Untuk menarik perusahaan Indonesia mencatatkan sahamnya di negeri Ratu Elizabeth, Bursa Efek London (London Stock Exchange/LSE) mengampanyekan biaya listing yang lebih murah dibanding New York Stock Exchange (NYSE)."Biaya pencatatan tahunan di Bursa London US$ 66 ribu. Kalau di NYSE minimum annual fee lebih dari US$ 100 ribu dan maksimum mencapai setengah juta dolar (US$ 500 ribu)," kata Jane Zhu, Head of Asia Pacific LSE.Hal itu disampaikan Zhu di sela-sela pembukaan perdagangan saham di BEJ, Jakarta, oleh The Lord Mayor City of London (Walikota), Alderman David Brewer, Rabu (10/5/2006).Zhu mengatakan, proses pencatatan saham di LSE lebih cepat dan hanya memakan waktu empat minggu. Emiten yang akan listing di LSE juga tidak dikenai peraturan pencatatan Sarbanes-Oxley."Kalau di NYSE harus mengikuti Sarbanes-Oxley tapi LSE tidak perlu," imbuh Zhu.Perusahaan yang prospektif tercatat di LSE, menurut Zhu, adalah emiten pertambangan dan Sumber Daya Alam (SDA). Emiten BEJ yang sudah mencatatkan saham di LSE salah satunya PT Timah Tbk.Sementara Brewer mengatakan, perusahaan Indonesia yang listing di LSE punya peluang membuka akses internasional. Selain akses terhadap investor institusi jangka panjang."99 Persen investor LSE merupakan investor institusi jangka panjang," kata Brewer.Dalam kesempatan yang sama Dirut BEJ Erry Firmansyah mengatakan, saat ini banyak emiten BEJ yang berniat melakukan dualisting di bursa luar negeri.Saat ini, ungkap Erry, NYSE masih menjadi pilihan pertama dibanding bursa luar negeri lainnya. Namun dengan kemudahan dan biaya yang lebih murah, LSE bisa menjadi alternatif untuk dualisting.
(ir/)











































