Simak! Bos BCA Bagikan Tips Investasi buat Pemula Nih

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 09 Feb 2022 12:21 WIB
BCA paparkan hasil kinerja keuangan sepanjangan tahun 2021. Diketahui, pada 2021 penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan mencapai Rp154,4 triliun.
Presdir BCA Jahja Setiaatmadja/Foto: Dok. BCA
Jakarta -

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Jahja Setiaatmadja membagikan kunci investasi kepada para pemula.

Menurutnya, kunci pertama bagi mereka yang baru mulai berinvestasi adalah mengenali dirinya sendiri dahulu, apakah termasuk agresif, konservatif, atau moderat.

"Agresif investor yang agak berani, lost tidak apa-apa, tapi mencari target income yang tinggi, ya masuk ke investasi dalam tanda kutip ada spekulasi tinggi," jelasnya, dalam bincang virtual, Selasa (08/02/2022) malam.

Sementara, bagi yang konservatif, pilihlah produk-produk yang relatif aman induknya. Lalu, untuk yang bertipe moderat atau keduanya, artinya mencampur investasi yang berisiko tinggi dan dengan investasi dengan risiko serta imbal hasil rendah.

Setelah itu, kunci kedua untuk investor pemula adalah berinvestasi sesuai kebutuhan. Faktor-faktor tanggungan atau kewajiban yang dimiliki investor di luar investasi perlu dipertimbangkan.

Misalnya, bagi mereka yang mempunyai tanggungan kredit, seperti Kredit Perumahan Rakyat, Kredit Kendaraan Bermotor, atau juga yang sedang ingin menyekolahkan anak, berbeda dengan mereka yang masih tidak memiliki tanggungan dan lebih leluasa memilih investasi.

Lebih lanjut, Jahja mengatakan investasi di sektor perbankan lebih aman dan banyak produk yang ditawarkan. Di antaranya deposito dan tabungan, meski memberi bunga yang rendah tetapi likuid.

Selain itu, opsi investasi lainnya ada di pasar modal, yakni saham dan obligasi. Mereka yang berinvestasi di saham adalah mereka yang memburu capital gain karena tidak ada bunga yang dikenakan.

"Kalau obligasi Anda harus berpikir agak lebih panjang, semisalnya government bond. Pasti aman tetapi kalau itu jatuh pas ada saat jatuh tempo, in between Anda perlu likuiditas, tentu Anda harus jual dan saat itu tergantung harga pasar lagi tinggi atau rendah," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Jahja juga menyinggung soal robot trading. Ia mengaku belum tahu banyak soal ini.

"Belum tahu banyak, tapi yang sudah tutup banyak, yang masih jalan juga banyak. Ini no comment. Tapi ada yang sudah untung? Ada. Ada yang sudah rugi? Ada juga," pungkas Jahja.



Simak Video "BCA Expoversary 2022 Tawarkan Berbagai Promo"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)