ADVERTISEMENT

Perusahaan Sawit Ini IPO, Jual Saham Rp 470-605 Per Lembar! Minat?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 09 Feb 2022 18:30 WIB
PT Siloam International Hospitals Tbk melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Saham perdana PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dibuka naik di level Rp 9.150 per saham dari harga penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Rp 9.000 per saham.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pasar modal akan kedatangan emiten baru. Kali ini giliran perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) yang bakal melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Melansir keterangan resmi perusahaan, STAA melakukan IPO merupakan bagian upaya pengembangan usaha di bidang refinery. Dana hasil IPO akan digunakan untuk melakukan hilirisasi.

STAA akan menjual sebanyak-banyaknya 877.072.000 saham biasa atas nama yang merupakan saham baru. Jumlah itu mewakili sebanyak-banyaknya 8,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana, dengan harga penawaran Rp 470 sampai dengan Rp 605 per saham.

Jika dihitung dari saham yang diterbitkan maka perusahaan akan mendapatkan dana segar hasil IPO sebanyak-banyaknya sebesar Rp530.628.560.000.

Perseroan akan menggunakan seluruh dana dari Penawaran Umum Perdana Saham untuk belanja modal (capital expenditure) pembangunan industri hilir anak usaha yaitu PT Sumber Tani Agung Oils & Fats (STAOF) di atas lahan seluas 42,6 Ha.

Dana IPO selanjutnya akan digunakan untuk belanja modal dengan rincian sebagai berikut:

- Sekitar 54% akan digunakan untuk pembangunan refinery dengan kapasitas 2.000 MT CPO/Hari membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirakan target penyelesaian pada Oktober 2023
- Sekitar 23% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dermaga membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkiran target penyelesaian pada Oktober 2023
- Sekitar 23% akan digunakan untuk tangki timbun dengan kapasitas 35.000 MT tersebut membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirakan target penyelesaian pada Oktober 2023.

PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT CIMB Niaga Sekuritas akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi tersebut.

(das/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT