Banting Setir! Maskapai Hary Tanoe Berubah Jadi Perusahaan Batu Bara

ADVERTISEMENT

Banting Setir! Maskapai Hary Tanoe Berubah Jadi Perusahaan Batu Bara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 10 Feb 2022 12:22 WIB
Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo/Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Bisnis maskapai Hary Tanoesoedibjo, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk banting setir jadi perusahaan batu bara. Perusahaan itu pun berganti nama menjadi PT MNC Energy Investments Tbk.

Perusahaan dengan kode saham IATA itu mengubah kegiatan usaha utamanya dari perusahaan pengangkutan udara niaga dan jasa angkutan udara, menjadi bidang investasi dan perusahaan induk, khususnya di sektor pertambangan batu bara.

Hary Tanoe menjelaskan langkah IATA mengubah nama dan mengganti kegiatan usaha utamanya telah mendapat restu dari pemegang saham. Seiring dengan hal itu, perusahaan juga telah mengambilalih 99,33% saham PT Bhakti Coal Resources (BCR), perusahaan batu bara dari PT MNC Investama Tbk (BHIT).

"Bidang usaha berubah jadi investment holding company yang memiliki perusahaan di bawahnya, karena ada akusisi PT BCR," kata Hary Tanoe dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/2/2022).

Langkah perusahaan mengubah nama dan bisnis utamanya diakui Hary Tanoe menjadi langkah konsolidasi MNC Group untuk merambah sektor energi dan pertambangan.

Apalagi mengingat bisnis pertambangan batu bara sedang naik daun karena tingginya harga komoditas batu bara. Dia bilang batu bara sedang memasuki masa keemasan, maka dari itu perusahaan langsung mengambil kesempatan itu.

"Batu bara ini, mulai tahun lalu khususnya semester II dan sampai hari ini sedang memasuki masa emasnya, harganya lagi bagus sekali. Semua grade itu luar biasa peningkatan, dan marginnya sangat besar. Permintaan ekspor juga besar," kata Hary Tanoe.

"Maka kami putuskan cepat mengubah arah bisnis IATA dari air transport jadi perusahaan batu bara," ujarnya.

Sementara itu, meski perusahaan berganti nama dan mengubah bisnis utamanya, lini bisnis aviasi IATA tak serta merta ditinggalkan. Hary Tanoe menegaskan, bisnis penerbangan itu akan dijadikan anak usaha.

Bila awalnya bisnis aviasi yang utama, kini hanya sampingan. "Bisnis penerbangan yang dimiliki IATA akan dipertahankan, jadi anak usaha MNC Energy Investments, tapi tidak dibesarkan," katanya.

Lihat juga video 'Proyek Hilirisasi Batu Bara Ditargetkan Rampung dalam 30 Bulan':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT