ADVERTISEMENT

IHSG Lagi Tancap Gas, Simak Rekomendasi Saham Biar Cuan

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Kamis, 10 Feb 2022 14:12 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor hari ini. IHSG pagi ini menyentuh level all time high (ATH) 6.872. Apa rekomendasi saham saat IHSG hijau?

Ada sejumlah rekomendasi saham yang bisa dicermati saat IHSG tancap gas. Saham bank menjadi salah satu rekomendasi saat IHSG menguat.

"Kita masih percaya dan optimis IHSG masih akan naik tinggi. Andalan kita masih penggerak IHSG seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Astra Internasional Tbk (ASII)," kata Analis Recapital Securities Kiswoyo Adi Joe kepada detikcom, Kamis (10/02/2022).

Sementara itu, Ekonom dan Praktisi Pasar Modal, Lucky Bayu Purnomo merekomendasikan saham-saham serupa saat IHSG cetak rekor. Saham BBRI dan BBCA menarik untuk dicermati.

"Sementara sektor pertambangan, karena menguatnya harga minyak dan emas, serta komoditi lainnya, pilihannya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA)," ujarnya.

Selain itu, Lucky merekomendasikan emiten pilihan yang bisa menjadi alternatif, yakni di sektor penyiaran atau televisi. Sektor itu dapat menjadi pilihan karena kinerja indeks yang mengalami kenaikan sejak setahun terakhir.

Saham di sektor penyiaran seperti di PT Net Visi Media Tbk (NETV) atau yang dikenal dengan NET TV mencatat kinerja yang apik sejak melantai di bursa (IPO). Selain NET TV ada juga, induk media ANTV PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).

"NET TV dapat menjadi pilihan pelaku pasar karena kinerja indeks yang mendukung. Hasil perolehan angka IPO yang cukup menarik, di mana IPO di hari pertama diangka Rp 196/unit hingga saat ini masih ada dalam posisi yang meguat dan tetap berada di atas IPO, yakni Rp 436/unit," jelasnya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT