HK Metals Cari Investor Baru, Ini Kata Analis

ADVERTISEMENT

HK Metals Cari Investor Baru, Ini Kata Analis

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 14 Feb 2022 16:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Manajemen PT HK Metals Utama Tbk (HKMU), menyampaikan rencana untuk mencari investor strategis baru lewat aksi korporasi setelah perusahaan tak lagi memiliki Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Dalam waktu dekat, emiten berkode saham HKMU ini akan melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue demi memperkuat struktur permodalan, guna mendukung program-program strategis perusahaan.

Analis pasar modal dari CSA Research Institute, Reza Priyambada menilai, sebetulnya di tengah kondisi HKMU saat ini, investor saham perusahaan tidak perlu panik terkait dengan penjualan kepemilikan PSP.

Pasalnya, manajemen HKMU pun tengah mencari investor strategis baru, sehingga ada upaya dan komitmen kuat manajemen untuk mempertahankan kelangsungan dan mengembangkan bisnis perusahaan ke depan.

"Kalau berprasangka baik kepada manajamen, sebaiknya investor menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen (HKMU) untuk membuktikan tetap professional menjalankan bisnisnya," ujarnya seperti ditulis Senin (14/2/2022).

Apalagi, katanya, bisnis baja ringan yang digeluti HKMU memiliki prospek positif dan permintaan baja ringan juga masih cukup tinggi di dalam negeri seiring dengan bertumbuhnya sektor properti.

Namun di satu sisi, kata Reza, manajemen HKMU harus membuktikan dan meyakinkan kepada para pemegang saham HKMU lainnya, khususnya para investor ritel, bahwa hengkangnya PSP karena persoalan pailit tidak ada kaitannya dengan bisnis perseroan.

Menurut Reza, kejadian ini justru bisa menjadi momentum bagi manajemen untuk membuktikan kepada investor bahwa mereka bisa menjalankan bisnis secara normal dan bisa memenuhi target.

"Banyak pelajaran dari hengkangnya PSP dan salah satunya mengkaji investor baru yang akan masuk karena yang kemarin (PSP lama) tidak mempunyai track record yang baik," katanya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT