Gubernur BI: Belum Ada Sudden Reversal Rupiah
Senin, 15 Mei 2006 15:13 WIB
Jakarta - Meski meluncur secara cepat hingga level Rp 9.000 per dolar AS, namun Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah belum melihat terjadinya sudden reversal atas rupiah."Kalau sudden sih belum," tegas Burhanuddin di sela-sela mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/5/2006)."Beli jual atau beli lebih banyak hari ini, dibanding jual adalah sesuatu yang normal di pasar. Tapi kalau semua orang beli, itu baru terjadi sudden. Dan itu belum ada tanda-tandanya," tambahnya.Meski demikian, BI akan terus mencermati situasi pasar untuk menghindari gejolak nilai tukar rupiah yang berlebihan. "BI akan tetap komit menjaga untuk men-smooth out (meratakan) volatilias, karena concern kita adalah mengenai volatilitas," ujarnya.Burhanuddin juga mengaku sudah mendengar ada beberapa dana jangka pendek yang mulai beralih ke investasi jangka panjang. "Saya mendengar ada beberapa mengenai hal itu. Tapi mungkin belum cukup substansial. Tapi kalau itu terjadi, ini yang harus didorong," tegasnya.
(qom/)











































