Fluktuasi Rupiah Masih Tinggi

Deputi Gubernur BI:

Fluktuasi Rupiah Masih Tinggi

- detikFinance
Kamis, 18 Mei 2006 15:31 WIB
Jakarta - Volatilitas nilai tukar rupiah masih tinggi. Hal tersebut dikarenakan transaksi pasar uang Indonesia yang tipis. Sehingga meski keluar masuknya dolar tidak terlalu besar, nilai tukar rupiah mudah bergejolak."Kita harus sadari pasar kita itu tipis, kecil. Jadi meskipun tidak banyak yang keluar atau masuk, pasti akan ada gejolak di sana," kata Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/5/2006).Mengenai pelemahan rupiah saat ini, Hartadi menjelaskan bahwa faktor utama yang mempengaruhi adalah angka inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan. Angka tersebut membawa ekspektasi berlanjutnya kebijakan uang ketat di AS.Kebijakan uang ketat itu, lanjut Hartadi, membuat investor memilih melepas rupiah dan berburu dolar. Namun Hartadi menilai gejolak rupiah saat ini normal saja.Hartadi menilai selisih atau spread antara BI rate dan suku bunga AS masih cukup menarik sehingga profit taking tidak akan berlangsung lama. "Sehingga orang berspekulasi kalau gitu pindah dulu. Tapi akan kembali mengukur Indonesia dan akan balik lagi ke Indonesia," ujar Hartadi optimistis.Yang pasti, tegas Hartadi, BI berkomitmen akan tetap berada di pasar untuk melakukan intervensi dua arah. "Sepertinya kalau perlu kita jual dolar, kita jual. Kalau perlu beli dolar ya kita beli," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads