GoTo: Profil, Awal Mula Berdiri, Hingga Mau Jual Saham Rp 316-346

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 15 Mar 2022 14:02 WIB
Sengketa Nama GoTo
GoTo (Fuad Hasim/tim infografis detikcom)
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk hari ini (15/3/2022) telah resmi mengumumkan penawaran umum saham perdana atau (initial public offering/IPO). Sahamnya akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham GOTO. GoTo Group adalah bentuk ekosistem digital terbesar di Indonesia yang menghadirkan beberapa layanan.

Dilansir laman resmi Gojek, ekosistem Grup GoTo mewakili 2% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yang akan semakin berkembang melayani 270 juta konsumen dalam negeri, serta pasar negara berkembang lainnya di Asia Tenggara.

Lalu, bagaimana perjalanan berdirinya GoTo hingga kini sampai melakukan penawaran saham? Simak selengkapnya di bawah ini:

Kerja sama Gojek dan Tokopedia

Bersatunya perusahaan Gojek dan Tokopedia telah menghadirkan entitas barunya bernama GoTo. GoTo dibentuk pada 17 Mei 2021.

GoTo merupakan singkatan dari kedua nama perusahaan Gojek dan Tokopedia. Bukan hanya singkatan, GoTo juga punya kepanjangan lain, yakni dari kata gotong-royong sebagai bentuk semangat di balik persatuan dua perusahaan, demikian yang dijelaskan oleh co-founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

Dewan komisaris GoTo terdiri dari Garibaldi Thohir (Komisaris utama, William Tanuwijaya (Komisaris & Co-Founder), Wishnutama Kusubandio (Komisaris), Caesar Sengupta (Komisaris), Robert Holmes Swan (Komisaris Independen) dan Dirk Van den Berghe (Komisaris Independen).

GoTo Dorong Ekonomi Digital

Tujuan dibentuknya Grup GoTo adalah untuk menciptakan platform pertama di Asia Tenggara, yang menghadirkan tiga layanan penting dalam satu ekosistem.

Melansir laman resminya gotocompany, misi GoTo adalah untuk "mendorong kemajuan" dengan menawarkan infrastruktur teknologi dan solusi untuk semua orang dalam mengakses dan berkembang dalam ekonomi digital.

GoTo merupakan kombinasi layanan e-commerce, on-demand, layanan keuangan dan pembayaran. Selain itu, untuk lebih jelasnya ekosistem GoTo terdiri dari layanan transportasi on-demand, e-commerce, pengiriman makanan dan bahan makanan, logistik dan pemenuhan, serta layanan keuangan dan pembayaran melalui platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

GoTo Tawarkan Saham

Setelah kurang lebih 1 tahun berdiri, kini tepatnya Selasa (11/3/2022) GoTo memutuskan akan menawarkan saham baru. Saham GoTo itu terdiri dari seri A sebanyak 48 miliar dengan kemungkinan ditingkatkan lagi sampai 52 miliar.

"Kami berharap IPO GoTo akan jadi momen yang membahagiakan dan menandakan pencapaian baru, bagi pencatatan saham sektor teknologi dalam negeri sekaligus mencerminkan optimisme terhadap pemulihan dan penguatan ekonomi Indonesia," kata Komisaris Utama GoTo, Garibaldi Thohir dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/3/2022).

Saham perdana GoTo akan ditawarkan dengan harga Rp 316-346 per saham. Adanya jumlah saham yang ditawarkan, bisa membuat perusahaan mengumpulkan dana setidaknya Rp 15,2 triliun dengan tambahan Rp 2,3 triliun dari greenshoe.

Adapun jadwal penawaran untuk IPO ini adalah 15-21 Maret 2022. Kemudian, 25 Maret perkiraan tanggal efektif. Masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan pada 29-31 Maret 2022, perkiraan masa penjatahan 31 Maret, perkiraan distribusi saham secara elektronik 1 April, dan perkiraan tanggal pencatatan di BEI 4 April.

Grup GoTo direncanakan akan terus mengembangkan bisnisnya, di pasar non-Indonesia yang tumbuh pesat di mana Gojek beroperasi. Hadirnya GoTo telah memberikan layanan pengiriman cepat dengan jangkauan luas untuk berbagai layanan digital khususnya di Indonesia.

Simak Video: Serba-serbi IPO GoTo yang Perlu Diketahui

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)