Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Wall Street Cerah Bergairah

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 18 Mar 2022 10:43 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berakhir menguat dengan tiga indeks saham utama naik 1% pada perdagangan Kamis (17/3). Hal itu karena kenaikan suku bunga bank sentral The Federal Reserve (The Fed) dan meredanya kekhawatiran gagal bayar Rusia setelah kreditur menerima pembayaran.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 417,66 poin atau 1,23% jadi 34.480,76, S&P 500 naik 53,81 poin atau 1,23% jadi 4.411,67, dan Nasdaq Composite bertambah 178,23 poin atau 1,33% jadi 13.614,78.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau dengan sektor energi dan material masing-masing meningkat 3,48% dan 1,95% memimpin kenaikan.

Investor diyakinkan bahwa Rusia setidaknya untuk saat ini telah menghindari default atau gagal bayar obligasi eksternal pertama dalam satu abad. Pasalnya sumber pasar mengatakan kreditur telah menerima pembayaran dalam dolar, kupon obligasi Rusia yang jatuh tempo minggu ini.

Indeks S&P 500, Dow Jones Industrial Average, dan Nasdaq mencatatkan persentase kenaikan 3 sesi terbesar sejak awal November 2020 setelah laporan tersebut meningkatkan selera risiko di pasar yang sudah diuntungkan dari perburuan saham murah. S&P 500 juga mengalami kenaikan tiga hari berturut-turut lebih dari 1%.

"Masyarakat sudah lebih nyaman dengan fakta yang semakin tinggi," kata Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas, Michael James dikutip dari Reuters, Jumat (18/3/2022).

CEO Ladenburg Thalmann Asset Management di New York, Phil Blancato mengatakan kelanjutan pembicaraan damai Rusia-Ukraina juga membantu sentimen pasar.

"Apa yang Anda lihat hari ini hanyalah sebagai efek limpahan dari kemarin. Ada potensi resolusi untuk konflik di luar negeri, efek positif dari Federal Reserve dan saham pada titik masuk yang sangat adil, memberikan peluang untuk menambah risiko," kata Blancato.

(aid/dna)