The Fed Naikkan Suku Bunga, Ini Dampaknya ke Dompet Masyarakat

ADVERTISEMENT

The Fed Naikkan Suku Bunga, Ini Dampaknya ke Dompet Masyarakat

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 17 Mar 2022 12:04 WIB
Melanjutkan tren positif sejak Selasa kemarin, nilai tukar rupiah menguat melawan dolar AS.
Dolar AS/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve baru saja mengumumkan kenaikan suku bunga acuan. Ini menjadi kenaikan pertama bunga acuan The Fed sejak 2018.

Kenaikan suku bunga itu dipicu oleh inflasi AS yang telah naik 7,9%, jauh di atas tingkat target 2%. The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin, setelah sebelumnya mempertahankannya mendekati nol sejak awal pandemi COVID-19. Hal ini membawa suku bunga sekarang ke kisaran 0,25% dan 0,50%.

Apa dampaknya apa ke masyarakat? Menurut Wakil Presiden Senior dan Kepala Analis Keuangan di Bankrate, Greg McBride kenaikan suku bunga itu kan membuat dompet masyarakat menipis.

"Dampak dari kenaikan suku bunga seperempat poin cukup tidak penting pada keuangan rumah tangga," kata McBride dikutip dari CNBC, Kamis (17/3/2022).

Dia menjelaskan, pinjaman yang terkait dengan suku bunga utama dikenal sebagai suku bunga variabel yang dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga, sehingga kemungkinan suku bunga akan sedikit naik pada pembiayaan hipotek, pinjaman mobil, kredit rumah, kartu kredit, dan pinjaman pelajar swasta.

Dengan menaikkan tingkat dana federal, bank sentral meningkatkan biaya pinjaman uang yang menghambat pengeluaran. Hal ini dapat mengurangi inflasi.

Bagi banyak konsumen, kenaikan suku bunga pertama mungkin meningkatkan pembayaran bunga pinjaman mereka hanya beberapa dolar AS per bulan, tetapi kenaikan suku bunga berturut-turut dalam satu tahun tentu akan berdampak besar ke pengeluaran.

"Efek kumulatif dari semua kenaikan suku bunga itu mereka dapat memiliki dampak signifikan pada keuangan rumah tangga, serta pasar kerja dan ekonomi secara keseluruhan," kata McBride.

McBride memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga bukan satu-satunya kenaikan yang akan terjadi. Ia memprediksi ada kenaikan suku bunga selama dua tahun ke depan.

"Ini akan membutuhkan sejumlah kenaikan suku bunga dan beberapa bulan sebelum kita mulai melihat dampak apa pun pada inflasi," kata McBride.

Simak juga Video: Bicara Riba, Sri Mulyani: Al-quran Memperbolehkan Pinjam-meminjam

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT