ADVERTISEMENT

Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Saham Boeing Anjlok

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 21 Mar 2022 22:21 WIB
B777-300ER China Eastern Airlines
Ilustrasi/Foto: Boeing
Jakarta -

Harga saham Boeing anjlok setelah insiden jatuhnya pesawat 737-800 China Eastern Airlines. Dikutip dari Reuters harga saham Boeing turun hingga 5,7%.

Kecelakaan China Eastern Airlines ini menelan 132 korban. Selain Boeing harga saham China Eastern Airlines yang melantai di Wall Street juga merosot hingga 8,2%.

Selain itu produsen suku cadang Spirit AeroSystem Holdings Inc dan Hexcel Corp juga turun 5,6% dan 1,1%.

Chairman Great Hill Capital di New York Thomas Hayes mengungkapkan jika tim investigasi harus menemukan kotak hitam.

"Dari sana baru bisa ditentukan penyebab jatuhnya pesawat," kata Thomas, dikutip dari Reuters, Senin (21/3/2022).

Hari ini indeks Wall Street mengalami penurunan akibat konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai.

Kementerian luar negeri Rusia telah memanggil Duta Besar AS John Sullivan untuk menyampaikan pernyataan Presiden Biden terkait hubungan bilateral kedua negara yang saat ini di ujung tanduk.

Saham-saham teknologi seperti Alphabet, Amazon, Microsoft dan Meta Platform turun mulai dari 0,7% hingga 3,5%. Sementara itu di sama yang sama harga minyak melonjak hingga 7%. Kondisi ini turut mengerek saham energi.

Apalagi dengan naiknya harg aminyak mentah Brent yang naik lebih dari US$ 114 per barel akibat negara Uni Eropa yang berwacana untuk bergabung dengan AS dalam embargo minyak dari Rusia.

Untuk indeks Dow Jones turun 170,38 poin atau 0,49$ di level 34.584,55. Lalu S&P turun 13,53 poin atau turun 0,30% di level 4.449,59 dan Nasdaq Composite turun 133,35 poin atau 0,96% ke level 13.760,49.

(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT