Sebulan Tutup, Pasar Saham Rusia Dibuka Lagi

ADVERTISEMENT

Sebulan Tutup, Pasar Saham Rusia Dibuka Lagi

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 25 Mar 2022 08:36 WIB
FRANKFURT AM MAIN, GERMANY - FEBRUARY 10:  An Index board is pictured during a trading session at the Frankfurt Stock Exchange on February 10, 2011 in Frankfurt am Main, Germany. According to media reports Deutsche Boerse, which owns the Frankfurt exchange, is in talks to buy NYSE Euronext, which owns the New York Stock Exchange as well as exchanges in Paris, Lisbon, Amsterdam and Brussels. Should the acquisition go through the new company would be home to publicly traded companies worth USD 15 trillion, or about 28 percent of global stock-market value.  (Photo by Ralph Orlowski/Getty Images)
Foto: Getty Images/Ralph Orlowski
Jakarta -

Pasar saham Rusia telah dibuka kembali, setelah tutup selama sebulan. Indeks standar MOEX naik sebesar 10% pada awal perdagangan di Moskow.

Dilansir CNN Business, Jumat (25/3/2022), bank sentral Rusia telah melarang short selling dan investor asing untuk menjatuhkan nilai saham, guna membantu menopang nilai saham.

Investor bisa memperdagangkan 33 saham, selama sesi terbatas dari pukul 09:50 hingga 14:00 waktu Moskow. Adapun saham yang bisa diperdagangkan itu adalah deretan saham blue chip seperti Gazprom, Lukoil, VTB Bank, Sberbank, Rosal dan Rosneft.

Saham Rusia terakhir diperdagangkan pada 25 Februari, sehari setelah invasi Presiden Vladimir Putin ke Ukraina. Akibat invasi Rusia ke Ukraina itu, harga saham menjadi anjlok. Indeks MOEX telah kehilangan sekitar 35% dari nilainya tahun ini, sedangkan indeks RTS yang didenominasi dalam dolar jatuh di 42%.

Sanksi yang diberikan berbagai negara terutama Amerika Serikat (AS) dan negara Barat ke Rusia, telah menghancurkan nilai rubel. Presiden AS Joe Biden juga diperkirakan akan mengumumkan sanksi tambahan, selama perjalanannya ke Eropa pekan ini.

Dalam aturan baru yang ada, para investor asing juga tidak diizinkan untuk menjual saham mereka pada hari Kamis (24/3). Berdasarkan data Reuters, pada pertengahan tahun 2021, dana asing telah memegang lebih dari 80%, dari semua perdagangan saham di bursa Moskow.

AS dan Kanada telah menyumbang 54% dari total saham tersebut, diikuti Inggris 22%, dan 21% dari seluruh Eropa.

"Rusia telah menjelaskan bahwa mereka akan mencurahkan sumber daya pemerintah, untuk menopang saham perusahaan yang diperdagangkan secara artifisial," kata wakil penasihat keamanan nasional AS Daleep Singh, dalam sebuah pernyataan.

Singh juga menambahkan, kalau pembukaan saham kembali Rusia itu bukan termasuk pasar nyata dan model berkelanjutan. Melainkan, hanya upaya Rusia untuk bangkit dari ancaman isolasi sistem keuangan global.



Simak Video "Tutorial Anti FOMO di Pasar Modal"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT