Ada Calon Emiten CPO, Sebelum Beli Sahamnya Intip Dulu Kinerjanya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 25 Mar 2022 21:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Setelah melakukan Paparan Publik, pada 18 Maret 2022 lalu, PT Teladan Prima Agro Tbk (TPA) dengan ticker TLDN, siap mejeng di pasar modal. Diperkirakan proses pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia dilakukan pada awal April mendatang.

TPA sendiri menambah deretan perusahaan yang tengah antre melakukan pencatatan saham. Sebelum membeli saham IPO perusahaan ini ada baiknya intip kinerja keuangan perusahaan agribisnis yang berfokus kepada pengelolaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit berkelanjutan ini.

TPA sendiri memiliki luasan konsesi lebih dari 60.000 hektar yang seluruhnya terletak di provinsi Kalimantan Timur. Menurut perusahaan sentralisasi kawasan konsesi ini memberikan tim manajeman kemampuan untuk berfokus pada seluruh aspek pengelolaan mulai dari produksi dan pengolahan kelapa sawit, operasional usaha, hingga penerapan program keberlanjutan yang inovatif.

Melansir keterangan resmi perusahaan, Jumat (25/3/20202), antara 2018-2020, volume penjualan minyak sawit mentah (CPO) TPA meningkat, pada tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) selama rentang periode tersebut sebesar 13,2%. Sehingga menghasilkan CAGR pendapatan sebesar 18,6%. Yield produksi TBS Inti TPA mencapai 21,4 ton/hektar pada tahun 2020.

Untuk menunjukkan kualitas operasi usahanya, TPA telah mengembangkan perangkat pengumpulan data, pemantauan, serta pelaporan, terkait aspek ekonomi, lingkungan, sosial, tata kelola (EESG) berbasis digital, yaitu TLDN Green Metrics (TGM). Perangkat ini membantu manajemen dalam pengambilan keputusan operasional serta melandasi langkah aksi korporasi yang berorientasi pada teknologi modern yang transparan dan progresif.

Perangkat ini memungkinkan manajemen untuk secara efektif menganalisis dan memeriksa data EESG di seluruh perusahaan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan pada operasinya. Salah satu contoh paling komprehensif dari pertanian berbasis digital, yang mampu diolah TGM, adalah penggabungan Big Data dari sekitar 30 data points dengan lebih dari 1 juta data yang mencakup analisa historis untuk digunakan manajemen dalam pertimbangan pengambilan keputusan serta prediksi atas situasi lapangan ke depannya.

"TPA menawarkan investasi menarik bagi investor jangka panjang melalui saham yang kami tawarkan di Bursa Efek Indonesia. TPA di tahun ini dan tahun depan memiliki tiga agenda bisnis penting secara berkelanjutan, diantaranya pengembangan biogas power plant, pembangunan dan pengembangan pabrik crude palm kernel oil (CPKO) serta penambahan lahan melalui akuisisi inorganic," ujar Direktur Utama TPA Wishnu Wardhana.

Sejalan dengan visi untuk menjadi perusahaan agribisnis berkelas dunia, yang telah beroperasi sejak 2004, TPA siap melangkah maju sebagai perusahaan terbuka yang modern, progresif, memberi nilai tinggi bagi seluruh pemangku kepentingan, serta menjadi 'teladan' di industri kelapa sawit tanah air dan kawasan regional.

TPA menerapkan standarisasi ISPO dalam menghasilkan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil) dan inti sawit (Palm Kernel) yang diproduksi dari 6 pabrik kelapa sawit, dengan jumlah kapasitas olah gabungan sebesar 310 ton TBS/jam serta didukung dengan 16 tangki penyimpanan dan dua bulking dengan kapasitas total 40.000 ton.

Dalam IPO ini TPA melepas sebanyak-banyaknya 2,19 miliar lembar saham atau 15% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.

TPA menawarkan sahamnya di harga Rp 520-600 per saham. Dengan nilai penawaran saham itu maka dana segar yang akan diperoleh perusahaan sekitar Rp 1,14 triliun hingga Rp 1,31 triliun.

Seluruh dana Hasil Penawaran Umum, setelah dikurangi dengan biaya emisi akan digunakan untuk perusahaan dan perusahaan anak. Perinciannya, sekitar 69% akan digunakan untuk perseroan yang terdiri dari penggunaan untuk belanja modal sebesar 23% dan sekitar 46% akan digunakan Perseroan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok hutang bank perusahaan.

(kil/das)