Jangan Sampai Kejeblos Investasi Bodong, Kenali Dulu Ciri-cirinya

ADVERTISEMENT

Jangan Sampai Kejeblos Investasi Bodong, Kenali Dulu Ciri-cirinya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 29 Mar 2022 17:40 WIB
Ilustrasi Menabung dan Investasi
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Pengetahuan dan pemahaman keuangan masyarakat di Indonesia masih terbilang rendah. Termasuk di sisi investasi. Banyak orang yang masih belum memahami konsep trading hingga menyebabkan rugi hingga miliaran rupiah.

Dari survei literasi dan inklusi keuangan OJK pada 2019, inklusi keuangan Indonesia mencapai 76%. Hal ini berbanding terbalik dengan literasinya yang hanya 38%.

Karena itu sebelum berinvestasi, masyarakat harus memahami dan mengenali ciri-ciri investasi borong. Supaya tak terjebak dan tidak menderita kerugian.

Deputi Direktur Literasi dan Informasi OJK, Yulianta, mengungkapkan mengenai pentingnya investasi dan menabung untuk mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

Investasi dilakukan untuk menghadapi kondisi ekonomi yang bergerak dinamis. Namun, kondisi finansial harus dikelola dengan efektif dan efisien, seperti memahami kondisi keuangan, mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan, bijak dalam berhutang.

"Kemudian menyisihkan pendapatan untuk investasi atau tabungan, dan memastikan layanan atau platform keuangan yang diikuti sudah terdaftar di OJK atau regulator lainnya," jelas dia dalam siaran pers, Selasa (29/3/2022).

Sejak tahun 2018, Satgas Waspada Investasi OJK telah menutup 1.014 investasi ilegal, 3.784 pinjaman online ilegal, dan 165 entitas gadai ilegal yang telah menyebabkan total kerugian masyarakat hingga Rp 117,4 triliun.

Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri investasi bodong/ilegal yang dengan mudah memberikan klaim tanpa risiko, memanfaatkan tokoh masyarakat atau influencer untuk menarik minat, menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu yang cepat, memiliki legalitas tidak jelas, dan menjanjikan bonus jika merekrut orang lain.

Yulianta menambahkan, tips berinvestasi yang benar yaitu dengan mengenali profil risiko pribadi, berinvestasi bukan dari hasil utang, monitor investasi secara reguler, konsisten berinvestasi. "Tapi berorientasi pada investasi jangka panjang, dan yang terpenting memperhatikan faktor legal dan logikanya," jelasnya.

Bibit.id merupakan sebuah platform investasi reksa dana yang sangat cocok untuk para investor pemula atau publik yang ingin memulai berinvestasi.

Dilengkapi dengan fitur Robo Advisor, sebuah teknologi yang dapat menganalisa toleransi pengguna terhadap risiko investasi yang sesuai, untuk membantu menghasilkan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang efektif dalam mencapai tujuan investasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

"Aplikasi bibit.id sudah terintegrasi dengan pemain-pemain lain di ekosistem digital, seperti bank dan fintech yang dapat memudahkan pengguna untuk berinvestasi. Selain itu, Bibit.id juga menawarkan fitur auto debet bagi pengguna untuk mendukung konsistensi, fitur nabung bareng, produk reksadana syariah, dan menyediakan layanan pembelian obligasi negara melalui platform Bibit.id," jelas Lead PR & Communication Bibit.id William.

Pentingnya meningkatkan literasi keuangan pun diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Teguh Dartanto. Menurut dia literasi keuangan itu penting karena setiap bulan masyarakat mempunyai pendapatan, namun belum tentu menjamin masa depan yang sejahtera. "Sehingga, penyuluhan edukasi keuangan dan investasi terutama kepada generasi muda sangatlah penting untuk mendukung masa depan perekonomian masyarakat," jelas dia.

Selain itu, tipe investasi saat ini sangatlah beragam. Misalnya, ada saham, emas, mutual funds, deposito, tanah, dan seterusnya. Namun, kini juga ada layanan Bibit.id yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda untuk berinvestasi dengan modal yang kecil dan cara yang mudah.



Simak Video "Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Investor"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT