Harga Sawit Meroket, Laba Emiten Ini Naik Sampai 162%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 07 Apr 2022 16:43 WIB
Pekerja membongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Mamuju Tengah , Sulawesi Barat, Rabu (11/08/2021). Harga TBS kelapa sawit tingkat petani sejak sebulan terakhir mengalami kenaikan harga dari Rp1.970 per kilogram naik menjadi Rp2.180  per kilogram disebabkan meningkatnya permintaan pasar sementara ketersediaan TBS kelapa sawit berkurang. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Jakarta -

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sepanjang tahun 2021 mencatatkan laba tahun berjalan diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp 1,51 triliun. Angka itu naik 162,82% jika dibandingkan dari perolehan di 2020 sebesar Rp 576,63 miliar.

Berdasarkan data laporan keuangan SSMS yang diterbitkan, lonjakan laba emiten sawit ini ditopang oleh penjualan sebesar Rp 5,20 triliun sepanjang tahun 2021, meningkat 29,71% dari penjualan Rp 4,01 triliun di tahun sebelumnya.

Di tengah lonjakan pendapatan itu, Perseroan mampu mengontrol beban pokok penjualan yang hanya tercatat Rp 2,99 triliun. Sehingga laba bruto SSMS naik 22,70% menjadi Rp 2,20 triliun dari laba bruto Rp 1,79 triliun. Laba usaha diraih sebesar Rp 679,12 miliar naik 73,05% dari laba usaha Rp 392,44 miliar tahun sebelumnya.

Namun, perlu menjadi perhatian adalah perseroan membukukan keuntungan atas nilai wajar aset bioligik senilai Rp 118,18 miliar, pendapatan lain-lain neto Rp 98,55 miliar. Bahkan SSMS mampu menekan beban umum dan administrasi jadi Rp 572,43 miliar dari sebelumnya Rp 606,20 miliar.

Sehingga laba sebelum pajak tercatat Rp 1,87 triliun naik 108,32% dari laba sebelum pajak Rp 1,20 triliun pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut mendongkrak laba per saham dasar SSMS menjadi Rp 159,11 dari tahun 2020 hanya Rp
60,54.

Total aset Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) per 31 Desember 2021 mencapai Rp 13,85 triliun, naik 8,41% dari total aset Rp 12,77 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut dikontribusikan oleh ekuitas sebesar Rp 6,10 triliun naik dari akhir 2020 Rp4,87 triliun dan liabilitas Rp 7,74 triliun turun dari sebelumnya Rp 7,90 triliun.

Adapun posisi keuangan SSMS sangat wajib diperhatikan adalah kas neto yang didapat dari aktivitas operasi hingga akhir 2021 yang melonjak signifikan sebesar Rp 1,11 triliun atau naik 90,19 persen dari akhir tahun 2020 Rp 586,01 miliar.

Sebelumnya manajemen SSMS menyampaikan, saat ini total luas kebun inti perseroan mencapai 68.880 hektar. Kami tetap membuka peluang apabila ada momentum untuk pengembangan bisnis dan profit. Mengingat adanya moratorium lahan, SSMS terbuka dalam penambahan lahan perkebunan dan ekspansi perkebunan sawit asalkan sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan yang sudah diterapkan oleh SSMS.

Sawit Sumbermas Sarana menjalankan seluruh rangkaian operasionalnya dengan baik. Bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan dan selalu mengimplementasikan praktik terbaik di industri dan standar keberlanjutan tertinggi.

Yang terbaru, Perseroan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan yang bersinggungan dengan bisnisnya, guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Kali ini SSMS berkolaborasi dengan PT Ecogreen Oleochemicals. Sebelumnya dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) dalam upaya mendapatkan sertifikasi RSPO.

Berkaitan dengan mengimplementasikan hal tersebut, pada akhir Maret 2022, SSMS telah bekerja sama dengan salah satu mitra Perusahaannya yaitu PT Ecogreen Oleochemicals. Kolaborasi ini dikedepankan dalam program pendampingan sertifikasi Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO) pekebun swadaya.



Simak Video "Petani Sawit Se-Indonesia Demo Tuntut 5 Hal"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)