Makin Ramai Saham Teknologi di Bursa, Ini Tips Pilah-pilihnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2022 10:32 WIB
Woman looking stock market Data on smart phone
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Orientfootage
Jakarta -

Saham perusahaan teknologi sekarang bisa menjadi salah satu pilihan untuk berinvestasi. Apalagi aplikasi-aplikasi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari membuat masyarakat atau calon investor bisa merasakan pengalaman menggunakan sekaligus memiliki perusahaan.

Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir mengungkapkan saat ini para investor juga semakin andal dalam memilih saham untuk berinvestasi. Mereka dinilai bisa membedakan saham satu dengan yang lainnya.

"Kalau dilihat dari sisi keseharian bisa dilihat banyak nggak orang yang pakai layanannya, apakah ada sisi positif ketika pakai layanan itu? Mungkin ketika sering pasti anda akan pakai itu," kata dia kepada detikcom, Rabu (13/4/2022).

Pandu mengungkapkan ke depan akan semakin banyak perusahaan teknologi yang melantai di BEI. Hal itu akan menciptakan banyak pilihan bagi para calon investor.

Dalam berinvestasi di perusahaan teknologi para investor juga harus memahami terkait saham ini. Menurut dia kebanyakan orang Indonesia ingin harga saham naik dengan cepat dan ingin cepat kaya.

"Kadang kita itu penginnya naik cepat, kaya cepat. Menurut saya investasi itu Anda harus belajar banyak, karena nggak ada yang instan," jelas dia.

Dia mencontohkan seperti saham GoTo atau saham-saham lain yang dekat dengan masyarakat harus dilihat memberi value atau tidak untuk kehidupan masyarakat.

Nah setelah itu bisa dilihat prospek ke depan, mulai dari potensi pasar. Pandu menjelaskan potensi pasar perusahaan teknologi baru dimulai di Indonesia dan ke depan akan semakin besar.

Hal ini menjadi tugas perusahaan untuk memberikan nilai tambah baru bagi layanan dan memberi nilai lebih kepada penggunanya. "Contohnya begini dari sisi fintech bagaimana bisa membuat pinjaman menjadi lebih mudah. Mau rumah atau pinjaman kerja, pinjaman itu harus bisa lebih murah, transparan dan cepat," jelas dia.

Lihat juga video 'Jangan Kapok Investasi':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)