ADVERTISEMENT

Kata Komisaris BEI soal GoTo yang Masih Rugi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2022 15:09 WIB
Direktur Toba Bara, Pendiri Indies Capital, VC Ventures, Presiden Komisaris SEA Group Indonesia, Shopee, Dewan Komisaris Gojek, Bukalapak
Foto: Dok. Inspirasi Digital
Jakarta -

Perusahaan patungan antara Gojek dan Tokopedia (GoTo) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam laporan keuangan GoTo masih menderita kerugian triliunan rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir mengungkapkan sebenarnya kondisi seperti ini adalah hal yang biasa di luar negeri. Yang penting tugas analis adalah mengamati dan mengajari terkait valuasi suatu perusahaan.

"Kalau di luar negeri sudah biasa, kalau di sini belum biasa," kata dia, kepada detikcom, Rabu (13/4/2022).

Dia menyebutkan sebuah perusahaan yang melantai di bursa tidak melulu dilihat dari kondisi laba yang dihasilkan.

Pandu mengungkapkan sebagai komisaris dia juga membahas banyak hal dengan direksi bursa efek. Terkait behaviour technology companya yang ada di dunia.

"Banyak perusahaan teknologi besar di dunia dengan valuasi besar. Saya sharing informasi aja, sharing knowledge itu tugas saya," ujar dia.

Menurut Pandu perkembangan teknologi juga menjadi cerminan atau refleksi ekonomi Indonesia saat ini. Mulai dari pertemuan yang bisa dilakukan secara virtual namun tetap tidak mengurangi esensi dan nilai-nilai tersebut.

Nilai yang diberikan oleh perusahaan kepada masyarakat ini membuat perusahaan menjadi menarik. Dia mencontohkan Zoom yang saat ini sudah menjadi bagian penting dari hidup masyarakat.

"Memang di Indonesia saham perusahaan teknologi nggak banyak. Saya tahu perusahaan teknologi itu makin penting nilainya buat ekonomi Indonesia," jelas dia.

Sebelumnya Berdasarkan prospektus perusahaan, dikutip Rabu (16/3/2022), entitas gabungan Gojek dan Tokopedia itu masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 11,58 triliun per September 2021.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020, nilai kerugian dengan kode saham GoTo itu meningkat. Per September 2020 kerugiannya senilai Rp 10,43 triliun.

Dari kerugian tersebut, GoTo mengalami rugi saham Rp 197 per saham pada September 2021, dibandingkan Rp 365 per saham pada periode yang sama tahun 2020.

Dalam prospektus awal itu disebutkan GoTo memiliki total aset Rp 158,17 triliun per akhir September 2021. Sementara pendapatannya mencapai Rp 3,40 triliun, naik dari periode yang sama pada 2020 sebesar Rp 2,34 triliun.

Lihat juga video 'Jokowi Ucapkan Selamat untuk GoTo yang Melantai di BEI':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT