Siapkan Duit! Ada 35 Perusahaan Antre IPO Tahun Ini

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 21 Apr 2022 17:30 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sampai 20 April 2022 sudah ada 17 perusahaan baru yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Tercatat masih ada 35 perusahaan lagi yang antre IPO tahun ini.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Kamis (21/4/2022).

"Sampai dengan 20 April 2022 telah tercatat 17 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Hingga saat ini, terdapat 35 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Nyoman.

Dari 35 calon emiten tersebut, terdiri dari 6 perusahaan aset skala kecil (di bawah Rp 50 miliar), 13 perusahaan aset skala menengah (antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar), dan 16 perusahaan aset skala besar (di atas Rp 250 miliar).

Berikut rincian sektor calon emiten tersebut:

- 2 Perusahaan dari sektor Basic Materials
- 2 Perusahaan dari sektor Industrials
- 3 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistic
- 6 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals
- 6 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals
- 2 Perusahaan dari sektor Technology
- 2 Perusahaan dari sektor Healthcare
- 3 Perusahaan dari sektor Energy
- 4 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate
- 5 Perusahaan dari sektor Infrastructures.

Nyoman mengaku optimis prospek IPO pada 2022 bisa tumbuh melampaui realisasi pada 2021 yang sebesar Rp 61,66 triliun. Hal itu diyakini karena pemulihan ekonomi masih berlanjut di tahun ini dan beberapa indikator pasar modal seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana masih relatif tinggi.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terus menunjukkan pertumbuhan dan per tanggal 20 April 2022 telah menyentuh angka 7.227,36. Indikator lainnya yang mendukung adalah tren investor di pasar modal Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir," tuturnya.

Stabilitas ekonomi Indonesia disebut relatif stabil di 2022 ini. Selain itu, kondisi pasar modal yang kondusif serta didukung oleh supervisi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kepercayaan stakeholder pasar modal dinilai tetap terjaga.

"Kami yakin bahwa semua hal positif di atas turut memberikan optimisme tahun ini dapat lebih baik dari tahun sebelumnya," tandasnya.

(aid/dna)