Baru Mejeng di Pasar Modal, Saham Anyar Ini Langsung Naik Sampai Mentok

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 25 Apr 2022 14:30 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Indo Boga Sukses Tbk atau IBOS hari ini melakukan pencatatan saham perdana. Saat dicatatkan pertama kali saham IBOS langsung menyentuh ambang atas atau Auto Reject Atas dengan naik 10%.

Dalam pencatatan perdananya hari ini saham IBOS dibuka melonjak pesat, dan mencapai ARA 10% di harga Rp 110, dari harga IPO sebesar Rp 100.

Ambang atas saham IBOS yang hanya sebesar 10% dari harga penawaran yang terbentuk pada masa IPO sebesar Rp 100. Hal ini dikarenakan saham IBOS tercatat di papan akselerasi. Sebelumnya IBOS merampungkan masa penawaran umumnya dengan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe 17,1X.

Direktur Utama IBOS Edi Nugroho mengatakan pihaknya merasa bersyukur karena proses IPO perusahaan berjalan dengan lancar. Dia berharap perusahaan bisa semakin berkembang setelah masuk ke pasar modal.

"Harapannya dengan melantainya IBOS di Bursa Saham, IBOS dapat makin meraih peluang-peluang yang lebih besar ke depan. Tentunya IBOS yang bergerak di sektor industri food and beverage akan turut mengalami pertumbuhan yang terus meningkat sejalan dengan kondisi perekonomian yang kian membaik. Apalagi kinerja IBOS setelah IPO akan diiringi dengan era kebangkitan bisnis restoran saat ini," kata Edi Senin (25/4/2022). '

Menurut catatan Perseroan Pada tahun 2021 lalu Perseroan mencatat mampu mencetak kenaikan laba menjadi sebesar Rp 8,64 miliar. Capaian ini naik 104 persen apabila dibandingkan dengan capaian di tahun 2020 sebesar Rp 4,2 miliar.

Sedangkan di tahun 2019 laba komprehensifnya hanya Rp 4,23 miliar. Tingginya pertumbuhan laba tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 67,34 miliar. Catatan ini juga naik Rp 14,03 miliar atau sebesar 26 persen apabila dibandingkan dengan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 53,30 miliar.

Perlu diketahui Perseroan menawarkan sebanyak 1.607.360.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per saham atau sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Jumlah seluruh nilai penawaran umum adalah Rp 160,73 miliar.



Simak Video "IPO Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Siap Dibeli"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)