ADVERTISEMENT

Ikut Wall Street, Bursa Asia Anjlok Berjamaah

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 12:31 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Bursa di kawasan Asia mayoritas dibuka ambles ke zona merah pada Jumat (6/4). Hal itu menyusul anjloknya bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street pada Jumat dini hari waktu Indonesia.

Dilansir dari Reuters, Jumat (6/5/2022), investor menyatakan kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga dapat merusak pertumbuhan ekonomi global. Pasar khawatir The Fed dan beberapa bank sentral utama lainnya menaikkan suku bunga lebih agresif.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 2,34% pada Jumat pagi dan terpuruk 3,5% dari penutupan Jumat sebelumnya (29/4). Indeks Nikkei Jepang datar setelah libur tiga hari.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 keduanya turun lebih dari 3%. Sementara Nasdaq Composite turun 4,99% dalam penurunan satu hari terbesar sejak Juni 2020, ditutup pada level terendah sejak November 2020.

Imbal hasil AS meningkat di tengah ekspektasi laju kenaikan suku bunga yang cepat. Hasil pada catatan 10 tahun AS adalah 3,084% pada Jumat pagi setelah melewati 3,1% semalam untuk pertama kalinya sejak November 2018.

Saham blue chips China turun 2% pada hari Jumat dan benchmark Hong Kong turun 2,44%. Yuan China yang diperdagangkan di luar negeri juga jatuh ke level terendah 18 bulan di 6,7338 per dolar.

Karena investor bergerak menuju aset yang kurang berisiko, indeks dolar berada di 103,67 pada Jumat pagi, setelah mencapai puncak baru 20 tahun di 103,94 semalam didukung oleh ekspektasi AS akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada bank sentral lainnya.

Bitcoin salah satu aset paling ramah risiko ikut jatuh 8% semalam dan mencapai level terendah dua setengah bulan. Perdagangan terakhir sekitar US$ 36.300.

Minyak berjangka Brent turun 0,5% menjadi US$ 110,3 per barel. Minyak mentah AS turun 0,56% menjadi US$ 107,67 per barel. Emas turun 0,3% menjadi US$ 1870,7 per ounce.

(das/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT