Alert! IHSG Terpental ke Level Rp 6.000, Merosot Hampir 4%

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 09 Mei 2022 11:41 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
IHSG Jebol ke Level 6.000/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG siang ini parkir di zona merah. IHSG anjlok hingga turun ke level 6.000 siang hari ini atau merosot hampir 4%.

IHSG sudah turun ke zona merah sejak pagi tadi. IHSG turun 73 poin atau 1,02% ke level 7.154 pada pra perdagangan. Sementara indeks LQ45 turun 18 poin atau 1,67% ke level 1.067.

IHSG dibuka merah dengan turun 81 poin atau 1% ke level 7.147. Ini merupakan perdagangan IHSG pertama kali setelah libur Lebaran 2022.

Hingga jeda siang ini, IHSG turun 280 poin atau 3,88% ke level 6.948. Indeks LQ45 juga turun 51 poin atau 4,79% ke level 1.033. IHSG bergerak di level 6.896 hingga 7.156.

Berdasarkan riset Artha Sekuritas, IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal candlestick membentuk higher dan higher low didukung optimisme investor yang akan kembali masuk setelah libur Panjang. Namun pergerakan akan terbatas dikarenakan adanya tekanan dari bursa saham global yang melemah dipicu ancaman akan inflasi yang lebih buruk.

Sementara IHSG hari ini dibuka menguat, Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 32,997.97 (-0.73%), NASDAQ ditutup 12,317.69 (-1.39%), S&P 500 ditutup 4,123.34 (-1.24%).

Wall Street kompak memerah pada akhir perdagangan Jumat dipicu kekhawatiran investor bahwa The Fed kemungkinan tidak bisa menahan inflasi di tahun-tahun mendatang, dan data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang solid namun ada perlambatan pertumbuhan upah pada April.

The Fed berharap untuk memperlambat inflasi dengan pengetatan kebijakan moneter. Volatilitas pasar telah meningkat di tengah kekhawatiran terlalu banyak pengetatan dapat menyebabkan resesi.

Artha Sekuritas Portfolio

PWON (HOLD), TLKM (HOLD), KLBF (HOLD)

AGRO, MEDC, MPPA, SMRA, PGAS, ADRO, BNGA

Itulah data IHSG siang hari ini.

Simak juga Video: Buka Perdagangan Saham 2022, Jokowi Sebut RI di Atas Singapura

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)