NISP Nomor Duakan Dividen Hingga 2010

NISP Nomor Duakan Dividen Hingga 2010

- detikFinance
Kamis, 01 Jun 2006 13:12 WIB
Jakarta - Bank NISP kemungkinan tidak akan membagikan dividen sampai tahun 2010. Laba yang diperoleh akan digunakan untuk meningkatkan modal menjadi bank nasional dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API)."Sampai 2010 dividen prioritas nomor dua, yang utama adalah prioritas menjadi bank nasional," kata Presdir Bank NISP, Pramukti Surjaudaja, usai RUPS di Hotel Four Seasson, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/6/2006).Perseroan sudah tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2004 dan 2005. Laba bersih tahun 2005 sebesar Rp 205 miliar akan digunakan untuk memperkuat modal. Untuk meningkatkan modal NISP juga berharap dari pertumbuhan organik. "Kemungkinan untuk meningkatkan modal juga melalui tier 1 dan II. Untuk tier II bisa subordinasi (obligasi) tapi mungkin lewat tier III," jelas Pramukti.Permodalan bank terdiri dari modal inti (tier I), serta modal pelengkap yang terdiri dari tier II dan tier III. Sampai Maret 2006, modal yang dimiliki NISP sebesar Rp 2,2 triliun. Sedangkan syarat untuk menjadi bank nasional minimal dibutuhkan modal Rp 10 triliun.RUPS juga menyetujui pengunduran Eugene Keith Galbraith dari posoisi wakil presiden komisaris (wapreskom). Pengunduran ini terkait dengan peraturan BI yang tidak membolehkan rangkap jabatan oleh pejabat bank. "Peraturan BI tidak membolehkan rangkap jabatan, saat ini Pak Eugene menjabat Preskom BCA," ujar Pramukti.RUPS menyetujui pula penunjukkan komisaris independen Peter Eko Sutioso dan penambahan dua direksi baru. Kedua direksi itu adalah Rama Pranata Kusumaputra yang bertanggung jawab pada pengembangan jaringan dan bisnis bank, serta Louis Sudarmana yang menangani treasury.Sampai dengan triwulan I-2006, NISP mencatat laba bersih sebesar Rp 56,129 miliar, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 95,993 miliar. Sementara pendapatan bunga bersih Rp 201,458 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 171,820 miliar. Rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 21,3 persen dan NPL net 2,51 persen. Pramukti juga menjelaskan, Bank NISP belum akan menurunkan suku bunga kredit. Pasalnya, penurunan suku bunga yang sudah dilakukan BI saat ini masih belum berdampak dalam enam bulan kedepan karena kondisi global yang tidak kondusif. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads