Sakit tapi Tak Berdarah, Saham GOTO hingga INCO Rontok Lagi!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 10:33 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali rontok hingga nyaris 3%. Dari data RTI IHSG turun hingga 162 poin atau 2,35% menuju level 6.747.

Saham beberapa emiten juga mengalami tekanan bahkan turun hingga menyentuh level auto reject bawah (ARB). Misalnya saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), emiten sektor konsumer ini tercatat berada di level Rp 165 per saham atau turun 6,78% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kemudian saham PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) yang merupakan emiten properti ini tercatat turun 6,6% ke level Rp 198 per saham. Saham perusahaan patungan PT GoTo Gojek dan Tokopedia Tbk (GOTO) juga berada di zona merah yaitu Rp 238 per saham atau turun 6,3%.

Emiten-emiten pertambangan juga bernasib sama. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tercatat Rp 6.750 per saham atau turun 5,92% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kemudian PT Harum Energy Tbk (HRUM) tercatat Rp 10.250 atau turun 6,82% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan riset Artha Sekuritas IHSG diprediksi melemah. Pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran akan inflasi global yang tidak terbendung dan juga menyebabkan ketidakpastian di pasar saham. Di sisi lain saat ini pasar saham mulai memasuki periode rilis kinerja emiten per kuartal I-2022.

Sementara IHSG hari ini dibuka melemah, Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 32,245.70 (-1.99%), NASDAQ ditutup 11,623.25 (-4.29%), S&P 500 ditutup 3,991.24 (-3.20%).

Indeks utama Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Senin dipicu aksi jual yang dipimpin oleh saham-saham pertumbuhan karena investor semakin khawatir akan kenaikan suku bunga. Investor khawatir tentang seberapa agresif Federal Reserve perlu menjinakkan inflasi.

Bank sentral AS pekan lalu menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin. Yield US Treasury bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November 2018 di awal sesi. Investor juga khawatir tentang perlambatan ekonomi di China menyusul meningkatnya kasus virus corona baru-baru ini.



Simak Video "GoTo Akan IPO, Ini Kata Analis"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)