Saham Raksasa Teknologi Rontok dalam 3 Hari, Rp 14.480 T Melayang

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 10 Mei 2022 15:19 WIB
Bursa saham Wall Street di AS
Foto: Reuters: Ilustrasi saham raksasa teknologi rontok dalam 3 hari
Jakarta -

Nilai saham perusahaan teknologi raksasa tergerus US$ 1 triliun atau Rp 14.480 triliun (Rp 14.480/US$) hanya dalam tiga hari perdagangan. Peristiwa ini terjadi usai The Federal Reserve (Bank Sentral Amerika Serikat) menaikkan suku bunga acuan pada Rabu (4/5/202).

Pada saat bersamaan, saham-saham raksasa teknologi memang sedang dalam kondisi 'sakit'. Mengutip CNBC, Selasa (10/5/2022), investor saham kini lebih berhati-hati menempatkan uang mereka meskipun kondisi pasar sedang bullish alias menguat, apalagi saat ini masih masa pandemi.

Selain itu, mereka juga melirik saham-sahan emiten yang dianggap aman, salah satunya yang bergerak di sektor kebutuhan pokok seperti Campbell Soup, General Mills, dan J.M. Smucker.

Kembali ke saham teknologi, Apple, perusahaan publik paling berharga di dunia, nilai sahamnya rontok $220 miliar sejak penutupan perdagangan pada hari Rabu pekan lalu. Pada hari yang sama, Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell menyatakan inflasi melonjak dan bahwa tidak ada rencana untuk kenaikan suku bunga lebih dari setengahnya.

Awalnya pasar sempat merespons positif komentar Powell, sayang kondisi itu tidak bertahan lama. Saham turun pada Kamis (5/5), jatuh lagi pada Jumat (6/5), dan anjlok lagi Senin (9/5). Indeks saham S&P 500 turun di bawah angka 4.000 pada Senin, setelah turun 7% sejak penutupan hari Rabu, sementara ETF Invesco Nasdaq 100 turun hampir 10% selama periode yang sama.

Berikut ini kerugian yang dialami perusahaan raksasa teknologi dselama tiga hari perdagangan terakhir:

Microsoft telah kehilangan sekitar US$ 189 miliar.
Penurunan harga saham Tesla tercatat pada US$ 199 miliar.
Kapitalisasi pasar Amazon telah menurun sebesar US$ 173 miliar.
Alphabet, perusahaan payung Google, bernilai US$ 123 miliar, lebih rendah dari minggu lalu.
Perusahaan pembuat kartu grafis Nvidia kehilangan US$85 miliar.
Meta Platforms induk Facebook telah kehilangan US$70 miliar.

(hns/hns)