Stafsus Erick Thohir Bela Telkom Soal 'Tekor' Investasi di GoTo, Begini Katanya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 17 Mei 2022 17:35 WIB
Jubir TKN Jokowi-Maruf Amin yang juga  Wakil Ketua DPP Perindo, Arya Sinulingga
Arya Sinulingga/Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah jadi sorotan belum lama ini di jagat maya Twitter. Beberapa poin yang tengah jadi sorotan netizen antara lain ialah persoalan investasi Telkom pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Tbk) dan persoalan masa jabatan Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah.

Taggar #TelkomHarusDireformasi dan #TelkomLemot pun menghiasi media sosial burung biru ini.

Bicara soal investasi GoTo, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, naik turunnya saham merupakan hal yang biasa. Kemudian, dia menuturkan Telkom melalui Telkomsel melakukan investasi di GoTo, bukan trading.

"Telkomsel ini bisnis long term bukan jangka pendek. Saham naik turun biasa, yang penting Telkomsel punya bisnis di sana. Lihat potensinya, ada 2,5 juta lebih driver Gojek itu dikonversi itu untuk jadi pelanggannya Telkomsel. Hitung saja berapa setahun bisnisnya Telkomsel jika 2,5 juta driver memakai Telkosmel dengan pengeluaran pulsanya Rp 50 ribu sehari," katanya di Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2022).

"Belum pakai Goshop, belum lagi advertising dan sebagainya ada 11 komponen bisnis Telkomsel dan Gojek. Totalnya diperkirakan sekitar, bisnis yang sudah berjalan itu sebesar US$ 370 juta hampir Rp 5 triliun lebih bisnisnya Telkomsel di sana. Itu informasi yang kami dapat," sambungnya.

Hal ini berbeda dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dia mengatakan, Jiwasraya beli saham tapi tidak masuk ke bisnisnya. Apalagi, kata Arya, pemegang saham GoTo merupakan perusahaan-perusahaan besar.

"Kemudian pemilik-pemiliknya GoTo ini kan banyak yang kuat-kuat Google juga di sana, dan beberapa lain disana, ada Softbank dan sebagainya mereka juga mengalami naik turun," ujarnya.

Soal masa jabatan Ririek, Arya mengatakan, Ririek baru diangkat pada tahun 2019. Dengan demikian, RIriek masih bisa menjabat sebagai orang nomor satu Telkom.

"Pak Ririek itu 2019, Pak Ririek itu sebelumnya Telkomsel bukan Dirut Telkom, ya masih bisa lah. Tapi kita kan kita belum tahu juga, kan RUPS. Tapi RUPS kan nggak ada agenda pergantian pengurusan. Soal waktu ya tadi 2019 baru berapa tahun, baru 3 tahun," ujarnya.

Untuk diketahui, kinerja Telkom jadi sorotan netizen karena investasinya di GoTo. Telkom mencatat kerugian yang belum terealisasi atau unrealized loss sebesar Rp 811 miliar dari investasinya di GoTo. Netizen juga menyoroti masa jabatan Ririek yang disebut-sebut telah melebihi batasannya dan mesti diganti.



Simak Video "Komisi VI Gelar Rapat dengan Telkom-Telkomsel Bahas GoTo"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)