Walah... Saham Pfizer-Moderna Rontok, Ada Apa Nih?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 09:10 WIB
Infografis kemasan obat
Foto: ilustrasi/Mindra P
Jakarta -

Saham perusahaan di bidang kesehatan seperti Pfizer, BioNTech dan Moderna mulai berguguran usai naik gila-gilaan pada tahun lalu. Kenaikan saham tersebut karena dipicu oleh keberhasilan vaksin COVID-19 dan penjualan yang kuat.

Tahun 2022 saham perusahaan-perusahaan itu mulai susut. Saham Pfizer telah turun sekitar 15%, BioNTech turun 35% dan Moderna lebih dalam yakni 40%.

Dikutip dari CNN, Senin (23/5/2022), penjualan vaksin bukanlah akar masalahnya. Pfizer menyatakan, mereka berharap pendapatan dari Comirnaty (sebutan vaksin COVID-19) yang dibagi rata dengan BioNTech mencapai US$ 32 miliar pada tahun ini. Sementara, Moderna memperkirakan pendapatan mereka hampir US$ 20 miliar.

Salah satu penyebab anjloknya saham kemungkinan karena investor sudah mengantisipasi permintaan yang kuat. Saham Pfizer telah naik lebih dari 60% tahun lalu. Kemudian, BioNTech melonjak lebih dari 215% dan Moderna hampir 145%.

Saham Pfizer dan BioNTech diramal positif terutama terkait dengan vaksin. Sebab, regulator kesehatan Amerika Serikat (AS) menyetujui booster dari Pfizer/BioNTech untuk anak berusia 5-11 tahun awal pekan ini.

Pfizer juga bisa mendapatkan dorongan tambahan dari perawatan COVID berkat pil antivirus Paxlovid yang disetujui akhir tahun lalu. Pfizer mengatakan mereka mengharapkan pendapatan US$22 miliar dari Paxlovid tahun ini.

Pfizer mungkin berada di posisi terbaik dari tiga pembuat vaksin untuk berkembang. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengakuisisi pembuat obat migrain Biohaven senilai hampir US$12 miliar awal bulan ini.

(acd/dna)