Kucurkan Rp 732 M, Emiten Ini Bikin Industri Bio Propylene Glycol

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 25 Mei 2022 08:48 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik hingga hampir 20 poin tapi kemudian melambat lagi. Investor belum bersemangat sehingga perdagangan berjalan lesu. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (14/11/2014), IHSG turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) tengah mematangkan rencana pembangunan pabrik Bio Propylene Glycol (Bio PG) pertama di Indonesia. Bio Pg merupakan bahan kimia organik yang secara luas digunakan di banyak sektor industri, antara lain farmasi, makanan, kosmetik, dan industri kimia.

Presiden Direktur PT Protech Mitra Perkasa Tbk, Bobby Gafur Umar mengatakan, pembangunan pabrik Bio PG pertama di Indonesia itu menelan investasi USD 50 juta atau sekitar Rp 732,17 miliar (kurs Rp 14.643 per USD).

"Sejak masuk menjadi pengendali utama di OASA, saya memang sudah komit untuk membawa Perseroan menjadi salah satu pemain utama yang harus unggul di bidang energi terbarukan. Sekarang kami sudah memulainya secara serius," kata Bobby, Senin (23/5/2022).

Pabrik Bio PG akan mulai dibangun pada 2023 di Pulau Jawa. Pabrik akan mampu menghasilkan sekitar 30 ribu ton Bip PG per tahun. Bip PG akan dipasarkan di dalam negeri maupun luar negeri atau ekspor dengan Sojitz sebagai salah satu mitra distributor.

"Sojitz akan menjadi salah satu mitra kita, terutama sebagai distributor, karena mereka sudah punya pengalaman dan jaringan yang sangat luas dalam memasarkan produk-produk semacam ini. Mereka juga sudah siap untuk menjadi off taker nya," kata Bobby.

Sojitz telah menyatakan kesanggupannya sebagai pemasok glyserin mentah dan refined glyserin (glyserin yang telah dimurnikan).

Di sisi lain, langkah PT Protech Mitra Perkasa Tbk masuk ke lini industri kimia ini sejalan dengan komitmen Perseroan untuk mulai serius ikut menghidupkan industri hijau. Menurutnya, Indonesia selama ini masih mengimpor fossil-based propylene glycol.

"Ini sebenarnya adalah salah satu produk bahan kimia strategis dan penting bagi banyak produk aneka industri kosmetika, makanan serta farmasi. Selama ini Indonesia sepenuhnya mengimpor karena belum ada yang memproduksi di dalam negeri, Padahal Indonesia memiliki potensi sangat besar sebagai produsen bio propylene glycol," ujarnya.

Bahan utama dari pembuatan Bio PG pada pabrik ini adalah gliserol. Gliserol sendiri sangat mudah didapatkan, karena merupakan produk samping industri biodiesel.

(fdl/fdl)