IHSG Terperosok Makin Dalam
Selasa, 06 Jun 2006 16:36 WIB
Jakarta - Kondisi pasar saham makin tak karuan. Ambruknya bursa global kembali menjadi penyebab turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terperosok semakin dalam. Pada penutupan perdagangan Selasa (6/6/2006), IHSG terhempas hingga 32,093 poin (2,38%) ke level 1.316,945.Indeks LQ-45 turun 8,333 poin (2,78%) pada level 291.036 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 8,195 poin (3,37%) pada level 235,186."Penurunan ini lebih karena faktor eksternal seperti merosotnya indeks di wall street karena pengumuman inflasi yang masih tinggi. Diikuti juga oleh turunnya bursa regional asia," kata Adrian Rusmano dari BNI Securities.Sementara stagnannya BI rate di level 12,5 persen tidak terlalu berpengaruh ke pasar. Pasalnya, pelaku pasar sudah mengantisipasinya, karena Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah memberikan sinyal tidak ada pemotongan BI rate.Melemahnya rupiah yang kini di level 9.300-an turut menambah muramnya pasar saham. Nilai transaksi yang terjadi juga relatif kecil, karena investor lebih banyak menahan portofolionya.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 14.629 kali, pada volume 1,318 miliar unit saham, senilai Rp 1,242 triliun. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 23 saham naik, 92 saham turun dan 54 saham stagnan.Saham-saham yang merosot harganya di top losser antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 400 menjadi Rp 7.250, Indosat (ISAT) turun Rp 150 menjadi 4.650, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 3.800, Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 9.450 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 20 menjadi Rp 1.660.Sedangkan saham-saham yang mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 200 menjadi Rp 5.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 150 menjadi Rp 9.800, dan Tempuran Pelayaran Emas (TMAS) naik Rp 20 menjadi Rp 1.120.
(ir/)











































