Yang Kemarin Ngantongin Saham GoTo cs Nggak Rugi Deh, Mulai Bullish Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2022 15:53 WIB
Infografis Saham GOTO
Foto: detikcom
Jakarta -

Sejak mengalami koreksi yang cukup signifikan di bulan Mei, saham PT Goto Gojek Tokopedia terus mengalami peningkatan. Bahkan pada penutupan 8 Juni, emiten berkode GOTO ini ditutup menguat menjadi Rp 378 atau naik 3,85%.

Kenaikan saham GOTO ini juga diikuti oleh saham Bukalapak yang juga ditutup menguat di penutupan pasar 8 Juni. Emiten yang mempunyai kode BUKA ini ditutup menguat 2,86% menjadi Rp 288. Padahal beberapa saham blue chip lainnya tengah mengalami koreksi akibat sentimen meningkatnya inflasi di Amerika.

Selain GOTO dan BUKA, emiten teknologi, bank digital juga mengalami kenaikan harga saham. Bank Jago misalnya, emiten yang memiliki kode ARTO ini juga mengalami kenaikan harga saham menjadi Rp 8525 atau meningkat 3,96%. Allo Bank Indonesia juga mengalami kenaikan tipis 0,79% atau menjadi Rp 3.850.

Kenaikan harga saham emiten sektor teknologi ini dinilai Kartika Sutandi, CFA, Chief Marketing Officer PT Jarvis Aset Manajemen sebagai salah satu bentuk investor pasar modal Indonesia yang masih mempercayai saham di sektor teknologi. Terlebih lagi GOTO dan BUKA merupakan aplikasi yang dibangun dan dibuat oleh putra putri Indonesia.

"Harga saham GOTO yang saat ini mengalami kenaikan merupakan bukti investor masih percaya dengan bisnis yang dijalankan oleh Gojek dan Tokopedia. Gojek dan Tokopedia merupakan salahsatu emiten teknologi berpotensi mendapatkan keuntungan dari digital ekonomi Indonesia yang akan terus tumbuh," ungkap Kartika.

Seperti kita ketahui bersama ketika mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO dipatok Rp 338 perlembar saham. Jika membeli saham pada saat IPO, investor berpeluang mendapatkan capital gain Rp 30 perlembar saham atau 11,8%. Kenaikan harga saham GOTO ini juga memberikan potensi keuntungan Telkomsel.

Jika mengacu pada pembelian saham GOTO oleh Telkomsel di Rp 270 dan di mark to market dengan harga saham penutupan 8 Juni 2022, maka Telkomsel berpotensi untuk mendapatkan capital gain sebesar Rp 108 perlembar saham atau 40%.

(kil/dna)