ADVERTISEMENT

Pasar Saham Anjlok, Kekayaan Orang AS Ambyar Rp 7.200 T

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2022 08:50 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Pasar Saham Anjlok, Kekayaan Orang AS Ambyar Rp 7.200 T/Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Kekayaan orang Amerika Serikat (AS) tergerus sejak awal tahun ini. Hal itu dikarenakan pasar saham yang anjlok.

Kekayaan bersih rumah tangga dan organisasi nirlaba turun US$ 0,5 triliun atau Rp 7.280 triliun (kurs Rp 14.560) menjadi US$ 149,3 triliun pada kuartal I-2022. Fakta itu merupakan data yang baru dirilis Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Penurunan kekayaan kuartal I-2022 mencerminkan turunnya kinerja pasar saham awal tahun ini, memangkas US$ 3 triliun dari nilai ekuitas perusahaan yang dipegang secara langsung dan tidak langsung. Nilai total kepemilikan ini adalah US$ 46,3 triliun pada kuartal I-2022, menjadikannya salah satu aset terbesar rumah tangga.

Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing turun hampir 5% dalam tiga bulan pertama, sementara Nasdaq Composite anjlok hampir 9%. Itu adalah kinerja kuartalan terburuk untuk pasar sejak kuartal I-2020, ketika pandemi COVID-19 menjungkirbalikkan ekonomi AS.

Invasi Rusia ke Ukraina merupakan biang kerok yang membebani pasar saham tahun ini karena telah menyebabkan lonjakan harga minyak, lonjakan inflasi, hingga kenaikan suku bunga The Fed.

Di sisi lain, penurunan ekuitas sebagian diimbangi oleh peningkatan nilai real estat senilai US$ 1,7 triliun dan tingkat tabungan pribadi yang tinggi. Rumah tangga dan organisasi nirlaba memiliki aset real estat senilai US$ 44,1 triliun.

Rasio kekayaan bersih rumah tangga terhadap pendapatan yang dapat dibelanjakan tetap mendekati rekor tertinggi dan terus berada jauh di atas tingkat pra-pandemi pada 2019.

"Sementara itu, utang rumah tangga tumbuh pada laju tahunan sebesar 8,3%, mencerminkan pertumbuhan yang kuat baik dalam hipotek rumah dan kredit konsumen," kata The Fed dikutip dari CNN, Jumat (10/6/2022),

Kenaikan harga rumah yang berkelanjutan mendorong peningkatan utang hipotek sebesar 8,6%. Orang AS juga lebih banyak mengajukan kartu kredit dan mengambil pinjaman mobil hingga menyebabkan kredit konsumen melonjak 8,7%.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT