ADVERTISEMENT

Bursa AS Suram Banget, S&P Anjlok Paling Dalam Sejak 2020

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 19 Mei 2022 08:35 WIB
Persaingan Ketat Penghitungan Suara Pemilu AS, Bursa Saham Seolah Menahan Napas
Foto: DW (News)
Jakarta -

Bursa Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan yang cukup dalam pada perdagangan saham Rabu (18/5/2022). Pelemahan ini karena dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap inflasi.

Dikutip dari CNBC, Kamis (19/5/2022), Dow Jones Industrial Average turun 1.164,52 atau 3,57% menjadi 31.490,07. Penurunan rata-rata ini merupakan terbesar sejak Juni, lalu merupakan penutupan terendah sejak Maret 2021.

S&P 500 turun sebanyak 4,04% menjadi 3.923,68. Penurunan ini terburuk sejak Juni 2020.

Berikutnya, Nasdaq Composite anjlok sebanyak 4,73% menjadi 11.418,15. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 5 Mei.

Aksi jual besar-besaran terjadi di pasar karena dua laporan kuartalan dari Target dan Walmart memicu kekhawatiran investor akan kenaikan inflasi yang mengurangi keuntungan perusahaan dan permintaan konsumen.

"Konsumen tertantang," kata Megan Horneman, kepala investasi di Verdence Capital Advisors.

"Kami mulai melihat pada akhir tahun bahwa konsumen beralih ke kartu kredit untuk membayar kenaikan harga pangan, kenaikan harga energi, dan itu sebenarnya menjadi jauh lebih buruk. ... Ini akan merugikan tempat-tempat ritel terkemuka itu dan Walmart cenderung menjadi salah satunya," paparnya.

Saham Target jatuh 24,9% pada hari Rabu setelah melaporkan pendapatan kuartal pertama yang jauh lebih rendah dari perkiraan Wall Street karena biaya bahan bakar dan kompensasi yang lebih tinggi.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT