Saham GOTO Cetak Rekor, Tertinggi Sejak IPO

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 16 Jun 2022 07:45 WIB
Podcast: Menakar Cuan Saham GoTo
Ilustrasi Saham GOTO (Foto: Tim Infografis/Fauzan Kamil)
Jakarta -

Saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kenaikan lagi hingga menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah seolah tidak terpengaruh dengan kisruh pembahasan investasi BUMN ke GOTO.

Mengutip data perdagangan RTI, saham GOTO melesat 3% ke posisi Rp 412 pada awal perdagangan kemarin, Rabu (15/6/2022). Terlihat, saham GOTO bahkan sempat naik ke angka Rp 416 dan membawanya ke level tertinggi sepanjang sejarah sejak GOTO mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Padahal, pekan lalu GOTO juga sempat mencetak rekor pada posisi harga saham Rp 404 yang tercatat pada Kamis (9/6/2022).

Laju positif pergerakan saham GOTO ini jadi angin segar bagi emiten sektor teknologi di pasar modal. Pada saat IPO 11 April 2022, harga saham GOTO ditawarkan di Rp 338. Namun, sempat mengalami koreksi ke harga Rp 194 pada 13 Mei 2022.

Analis dari DealStreetAsia Vantage Point, Angus Machintosh dalam risetnya mengatakan, saham GOTO mengalami rebound dari penurunan harga sebelumnya dikarenakan GOTO telah berhasil menunjukkan perbaikan di fundamental bisnisnya yang terlihat dalam laporan kinerja pada Kuartal I 2022.

Misalnya GTV (Gross Transaction Value) GOTO yang mencapai Rp 140 triliun, naik 46% dari kuartal yang sama di 2021. Begitu pun dengan jumlah pesanan meningkat 41% yoy menjadi 656 juta dan pendapatan bruto yang turut meningkat 53% menjadi Rp5 triliun

Angus mengatakan walaupun kerugian GoTo meningkat di kuartal I 2022, hal tersebut perlu dilihat dari perpektif bahwa tahun sebelumnya banyak pembatasan mobilitas selama COVID-19. Hal itu membuat GOTO tidak banyak pengeluaran untuk promosi marketing dan insentif.

"Dengan kembalinya ke kehidupan normal secara perlahan, secara wajar GoTo ingin meningkatkan transaksinya dengan memberikan promosi dan insentif di 1Q22 sehingga biaya promosi meningkat," tulis Angus dalam risetnya seperti dikutip, Kamis (16/6/2022).

Namun, lanjut Angus, peningkatan biaya promosi tersebut tidak sia-sia karena GTV dan pendapatan GOTO meningkat secara signifikan. Lebih lanjut Angus mengatakan, bahwa ke depannya ketika kompetisi lebih rasional, biaya promosi GoTo akan berkurang.

Simak juga video 'Anggota Komisi VI Sebut Telkom Dapat Untung dari Saham GoTo Rp 2,8 T':

[Gambas:Video 20detik]



Bersambung ke halaman selanjutnya.