Penurunan IHSG Makin Tak Terkendali

Penurunan IHSG Makin Tak Terkendali

- detikFinance
Selasa, 13 Jun 2006 16:40 WIB
Jakarta - Rontoknya pasar saham global kian mencemaskan. Penurunan Indek Harga Saham Gabuangan (IHSG) pun makin tidak terkendali.Pada penutupan perdagangan, Selasa (13/6/2006), IHSG kembali tersungkur 36,542 poin (2,87%) ke level 1.236,568.Bursa regional seperti Indeks Nikkei turun 614 poin (4,14%) ke level 14.218, Indeks STI Singapura turun 45,18 (1,93%) ke level 2.293 dan Indeks Hang Seng turun 387 poin (2,48%) ke level 15.234. Penurunan bursa Asia ini mengikuti keterpurukan saham di lantai bursa wall street.Indeks LQ-45 turun 8,943 poin (3,2%) pada level 270,597 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 7,774 poin (3m47%) ke level 216,353.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 15.923 kali, pada volume 1,760 miliar unit saham, senilai Rp 1,569 triliun.Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan, hanya 7 saham yang mengalami kenaikan harga. Sisanya 109 saham turun dan 39 saham stagnan.Hendra Bujang, analis dari Yulie Securindo mengakui penurunan indeks dipicu dua hal, pertama pelemahan nilai tukar rupiah dan kedua, kondisi pasar global yang turun."Secara psikologis ini mendorong orang untuk melakukan penjualan," ujar Hendra. Fluktuasi indeks yang tajam ini, lanjut Hendra, kemungkinan akan terjadi hingga 29 Juni 2006 saat The Fed melakukan pertemuan untuk membahas kenaikan suku bunga AS."Kalau sudah ada keputusan The Fed, kemungkinan indeks masih volatil karena dorongan sentimen masih kuat. Kalau nanti naik 25 basis poin, indeks akan menguat tapi kalau naik 50 basis poin kemungkinan akan turun," papar Hendra.Sampai tanggal 29 Juni, Hendra memperkiraakn titik support berada di level 1.180-1.190. Saham-saham yang jeblok harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 450 menjadi Rp 10.100, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 8.750, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 275 menjadi Rp 3.400, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 6.750 dan Indosat (ISAT) turun Rp 200 menjadi Rp 4.125.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Selamat Sampurna (SMSM) naik Rp 30 menjadi Rp 325, Excelcomindo Pratama (EXCL) naik Rp 25 menjadi Rp 2.025 dan Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 15 menjadi Rp 140. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads