ADVERTISEMENT

Investor Pasar Modal Didominasi Tamatan SMA, Asetnya Rp 243 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 19:45 WIB
Woman looking stock market Data on smart phone
Foto: Getty Images/iStockphoto/Orientfootage
Jakarta -

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sepanjang 2021 mencatat jumlah investor di pasar modal Indonesia sebesar 7,49 juta investor naik 92,99% dibandingkan akhir 2020 sebesar 3,88%.

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengungkapkan hingga akhir Mei 2022 jumlah investor pasar modal telah mencapai 8,85 juta investor.

Secara demografi, jumlah investor pasar modal per akhir Mei 2022 didominasi oleh investor dengan pendidikan terakhir SMA yang mencapai persentase sebesar 60,93% dengan total asset sebesar Rp 243 triliun, dengan sektor finansial dan infrastruktur masih menjadi pilihan favorit.

Data tersebut membuktikan bahwa investor dengan tingkat pendidikan terakhir SMA sudah banyak yang melirik pasar modal sebagai alternatif investasi.

Sedangkan dari sisi pendapatan, 88,46% investor merupakan investor dengan pendapatan di bawah Rp100 juta, dengan kepemilikan aset yang mencapai Rp 338,37 triliun.

Dari sisi usia, data investor dengan usia di bawah 30 tahun menjadi yang terbanyak dengan persentase mencapai sebesar 59,91% disusul dengan usia 31-40 tahun yang mencapai 21,83%. Artinya, investor pasar modal Indonesia masih didominasi oleh investor gen z dan milenial.

Dia menjelaskan data karakteristik demografi investor yang tercatat di KSEI menjadi acuan untuk melakukan pengembangan pasar modal Indonesia, terutama dari sisi infrastruktur yang disesuaikan dengan tren teknologi saat ini.

"Karena masih didominasi oleh gen z dan milenial, maka pengembangan infrastruktur digital menjadi salah satu fokus KSEI. Salah satu yang sudah berhasil direalisasikan adalah pembukaan rekening investasi secara online sejak tahun 2019. Pengembangan ini juga yang memberikan dampak positif pada pertumbuhan jumlah investor di pasar modal," kata Uriep dalam siaran pers, Kamis (30/6/2022).

Dia mengungkapkan laba bersih perusahaan sebesar 23,42% menjadi sebesar Rp 281,05 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 227,72 miliar.

Peningkatan ini didukung oleh pendapatan usaha yang tumbuh sebesar 35,63% menjadi Rp 577,15 miliar di tahun 2021 dari Rp 425,55 miliar di tahun 2020.

Total pendapatan secara keseluruhan meningkat sebesar 15,67% menjadi Rp 755,84 miliar. Dari sisi aset, KSEI mencatat pertumbuhan aset perseroan sebesar 13,97% dari Rp 2,58 triliun menjadi Rp 2,94 triliun di tahun 2021.

Lanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "Tutorial Anti FOMO di Pasar Modal"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT