ADVERTISEMENT

Dampak Ngeri Dolar AS yang Nyaris Tembus Rp 15.000

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 04 Jul 2022 14:58 WIB
Melanjutkan tren positif sejak Selasa kemarin, nilai tukar rupiah menguat melawan dolar AS.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) hingga ancaman resesi disebut-sebut sebagai pemicu penguatan dolar AS terhadap rupiah. Kini, dolar AS di angka Rp 14.945 atau hampir menyentuh Rp 15.000.

Penguatan dolar AS terhadap rupiah ini akan memberikan dampak yang besar ke ekonomi Indonesia.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan dolar ini akan berimbas ke harga barang konsumsi yang memerlukan impor. Selain itu, dolar yang menguat bisa mendorong inflasi yang kemudian menekan daya beli masyarakat.

"Pada akhirnya pertumbuhan ekonomi bisa melambat," katanya kepada detikcom, Senin (4/7/2022).

Sementara, Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah menjelaskan, pelemahan rupiah telah diperkirakan seiring dengan sempitnya jarak antara suku bunga AS dan domestik. Dia menuturkan, keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan menahan masuknya aliran modal asing dan bahkan mendorong modal asing keluar.

"Hal ini menjadi tekanan melemahkan rupiah," katanya.

Menurutnya, jika rupiah terus melemah akan memberikan dampak pada ekonomi nasional. Dia mengatakan, hal itu bisa menurunkan masuknya investasi asing ke Tanah Air hingga menekan pertumbuhan ekonomi.

"Pelemahan rupiah bisa meningkatkan risiko investasi sekaligus menurunkan masuknya investasi asing ke Indonesia. Pelemahan rupiah juga meningkatkan potensi inflasi di Indonesia. Inflasi Indonesia bisa meningkat lebih besar dan memangkas daya beli masyarakat. Ujungnya menahan konsumsi dan pertumbuhan ekonomi," terangnya.



Simak Video "Duh! Rupiah Makin Keok, Dolar AS Nyaris Rp 15.000"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT