ADVERTISEMENT

Ramalan Sri Mulyani Dolar AS Dekati Rp 15.000 Kini Terbukti

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Jul 2022 14:03 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Rapat itu membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah. Nilai tukar dolar AS siang ini berada di level Rp 14.970 atau mendekati level Rp 15.000.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengatakan rupiah akan tertekan hingga akhir tahun dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI. Dia menyebut dolar AS diprediksi berada di level Rp 14.180-14.925.

"Nilai tukar mengalami tekanan di tengah dolar indeks menguat," kata Sri Mulyani dikutip dari pemberitaan detikcom periode 1 Juli 2022.

Tak cuma nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Sri Mulyani juga memprediksi ekonomi Indonesia mulai pulih dan akan terus tumbuh. Pada akhir tahun, Sri Mulyani meyakini pertumbuhan ekonomi secara tahunan di level 4,9-5,4%.

Sementara itu pada paruh kedua 2022 diperkirakan pertumbuhan ekonomi menembus level 4,9-5,5%. Momentum pemulihan terjadi karena sudah ada kenaikan mobilitas masyarakat.

Di sisi lain sektor ekonomi juga mulai menggeliat di tengah naiknya ekspor dan impor. Konsumsi listrik industri dan indeks manufaktur pun meningkat, yang artinya industri mulai berkembang kembali.

"Kami sampaikan asumsi dasar ekonomi makro 2022 kita di semester II growth-nya diperkirakan 4,9-5,5%. Keseluruhan tahun di di 4,9-5,4%," ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, inflasi diperkirakan berada di kisaran 3,5-4,5% hingga akhir tahun. Kemudian harga minyak Indonesia kemungkinan masih tinggi hingga akhir tahun di level US$ 90-105 per barel.

Lihat juga video 'Rupiah Makin Keok, Dolar AS Nyaris Rp 15.000':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT