ADVERTISEMENT

Hino Finance Terbitkan Obligasi Rp 700 M, Bunganya hingga 6,75%

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 11 Jul 2022 20:45 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Hino Finance Indonesia berencana menerbitkan obligasi dengan jumlah pokok maksimal sebesar Rp 700 miliar, dengan tingkat bunga tertinggi yang ditawarkan mencapai 6,75%.

Presiden Direktur PT Hino Finance Indonesia Hajime Kawamura mengatakan Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam bentuk pembiayaan sebagaimana kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan.

"Penerbitan Obligasi pertama dari Perseroan merupakan salah satu strategi kami untuk melakukan diversifikasi pendanaan, sekaligus sebagai bentuk pelaksanaan tata kelola perusahaan dengan memberikan informasi yang transparan melalui prospektus yang dapat dengan mudah didapatkan oleh calon investor pada situs web Perseroan," ujar Kawamura dalam keterangannya, Senin (11/07/2022).

Kawamura mengatakan, perusahaannya berencana menerbitkan Obligasi dengan jumlah pokok maksimal di Rp 700 miliar yang terdiri dari dua seri, yaitu Obligasi seri A dan seri B. Obligasi seri A memiliki tingkat bunga tetap dan berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender. Sedangkan Obligasi seri B memiliki tingkat bunga tetap dan berjangka waktu 3 (tiga) tahun. Pembayaran Obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.

"Tingkat bunga yang ditawarkan untuk seri A berkisar 4,00% - 4,75%, sedangkan untuk seri B berkisar 5,75% - 6,75%. Bunga Obligasi akan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran masing masing Bunga Obligasi," tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, Obligasi I Hino Finance Indonesia Tahun 2022 akan memasuki Masa Penawaran Awal pada 11-19 Juli 2022 dengan perkiraan tanggal efektif pada 29 Juli 2022 diikuti dengan Masa Penawaran Umum pada 2-4 Agustus 2022 dengan tanggal penjatahan pada 5 Agustus 2022. Distribusi Obligasi secara elektronik rencana dilakukan pada 9 Agustus 2022 dan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2022.

Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Kawamura mengatakan, pihaknya memperoleh hasil pemeringkatan "AAA(idn)" dengan outlook stabil atas Surat Utang Jangka Panjang dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat nasional "AAA" ini menunjukan peringkat tertinggi yang diberikan Fitch pada skala nasional untuk Indonesia, sehingga Obligasi ini dilakukan secara clean basis tanpa jaminan khusus.

Penerbitan Obligasi ini didukung oleh PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT CIMB Niaga Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Sedangkan Lembaga dan Profesi Jasa Penunjang Pasar Modal yang turut membantu adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat, Purwantono, Sungkoro & Surja (Ernst & Young) sebagai Kantor Akuntan Publik, HKGM & Partners sebagai Konsultan Hukum, dan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito S.H. sebagai Notaris.



Simak Video "Alasan Direktur Unilever Indonesia Mengundurkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT