ADVERTISEMENT

Pertama Kali Dalam 20 Tahun! Nilai Euro di Bawah Dolar AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2022 08:19 WIB
Apa Arti Melemahnya Euro bagi Konsumen di UE dan AS?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Nilai euro terus mengalami pelemahan. Pada perdagangan 13 Juli 2022, satu euro nilainya US$ 0,998 angka ini turun 0,4% dibandingkan hari sebelumnya.

Dikutip dari BBC disebutkan pelemahan euro ini terjadi karena pasar khawatir Rusia akan membatasi pasokan energi di Eropa.

Selain itu bank sentral Eropa yang belum menaikkan suku bunga semakin membuat euro tertekan.

Di negara lain, nilai tukar mata uang akan kembali menguat ketika bank sentral menaikkan suku bunga mereka. Hal ini karena investor kembali tertarik untuk masuk dan berinvestasi di aset ngara tersebut.

Memang, sentimen eksternal seperti penguatan dolar AS yang terjadi ini karena Fed menaikkan bunga acuan secara agresif. Para investor saat ini mencari tempat yang aman dari aset dolar AS ketika ekonomi dunia sedang bergejolak.

Pelemahan euro ini akan membuat harga impor lebih mahal untuk sejumlah negara yang menggunakan euro. Terutama untuk barang yang dibeli menggunakan dolar AS seperti minyak mentah.

Nah kondisi ini bisa berkontribusi pada inflasi yang saat ini sudah mencapai level 8,6%.

Juru bicara European Central Bank (ECB) menyebutkan jika bank sentral tidak mematok nilai tukar pada level tertentu. "Namun kami selalu memantau dampak nilai tukar terhadap inflasi," ujar dia, dikutip dari CNN, Kamis (14/7/2022).

Tapi bank sentral Eropa diramal akan menaikkan bunga acuan pada minggu depan.

Sejak awal tahun, euro sudah merosot hampir 12% terhadap dolar AS. Sebelumnya penurunan nilai euro seperti ini pernah terjadi pada 2002 lalu.



Simak Video "Harga Euro Turun, Ini Waktunya Liburan ke Eropa!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT