ADVERTISEMENT

Perusahaan RAJA Kirim Surat ke BEI Buntut Sahamnya Dibekukan

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 22 Jul 2022 14:38 WIB
Direktur Bursa Efek Indonesia Ito Warsito (kanan) menjelaskan kepada Presdir PT. Puradelta Lestari Tbk. Teky Meiloa (kedua kanan), Wakil Presdir Mashiro Koizumi (kiri) dan Direktur Independen Tondy Suwanto saat pencatatan saham PT Puradelta Lestari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/5). PT Puradelta Lestari Tbk, perusahaan pembangunan perumahan, komersial dan pengusahaan kawasan industri, melepas sebanyak 4.819.811.100 saham atau 10% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga Rp. 210 per lembar saham. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi/Foto: agung pambudhy
Jakarta -

PT Rukun Raharja Tbk mengirim surat penjelasan kepada PT Bursa Efek (BEI) terkait penghentian saham perusahaan dengan kode RAJA itu. Penghentian itu diketahui karena kenaikan harga saham perusahaan yang signifikan hingga 114,22% dalam sebulan.

Melalui surat tersebut, PT Rukun Raharja Tbk menyampaikan sejumlah penjelasan terkait penyebab naiknya saham perusahaan. Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi mengatakan pihaknya tidak mengetahui kebenaran atau ketidakbenaran atas informasi yang menyangkut perusahaan di media massa hingga mempengaruhi harga saham perusahaan.

"Namun, demikian perseroan perlu menyampaikan bahwa bisnis perseroan memang berkembang secara signifikan. Hal ini sejalan dengan kinerja keuangan perseroan kuartal I yang sudah perseroan sampaikan kepada publik melalui situs IDX," katanya dalam surat tersebut, dikutip Jumat (21/7/2022).

Kemudian, Djauhar juga mengatakan bahwa perkembangan bisnis tesebut atas proyek yang dikerjakan sampai tanggal 10 September 2021 juga telah disampaikan kepada BEI.

"Seluruh proyek tersebut telah rampung dikerjakan dan diharapkan akan memberikan peningkatan kinerja keuangan perseroan. Salah satu proyek yang berkontribusi cukup signifikan adalah proyek pipa minyak Rokan," lanjutnya.

Tidak hanya itu, dalam surat juga dijelaskan bahwa tidak ada informasi material yang belum disampaikan ke publik dari perseroan ke BEI. "Adapun surat menyurat terkait informasi material yang disampaikan ke Bursa terakhir adalah mengenai Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi hingga Dividen Tunai tanggal 27 Juni 2022," ungkapnya.

Djauhar menambahkan tidak ada informasi material yang disampaikan dalam waktu dekat sebelumnya ke Bursa. Adapun surat menyurat yang disampaikan ke Bursa terakhir mengenai Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek sesuai dengan Nomor RR/CO/I I.086/VII/2022 tanggal 11 Juli 2022 yang secara rutin disampaikan dan tidak ada informasi material di dalamnya.

Semua penjelasan itu disampaikan mengingat dalam hal transaksi Perdagangan Efek perusahaan tercatat yang masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA), maka paling lambat satu hari setelah pengumuman tersebut wajib menyampaikan penjelasan mengenai perkembangan terkini yang dimiliki perusahaan.

Sebagai informasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian perdagangan saham atau suspend terhadap saham PT Rukun Raharja Tbk milik Happy Hapsosor, suami Ketua DPR RI Puan Maharani.

Emiten yang sahamnya diperdagangkan dengan kode RAJA ini mengalami peningkatan harga yang sangat signifikan mencapai 144,22% dalam sebulan.

Atau bila ditarik dalam rentang yang lebih panjang selama 3 bulan, saham raja yang kini berada di posisi Rp 845 sudah naik 347,09%.

Adapun penghentian sementara perdagangan saham RAJA yang dilakukan BEI terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT