ADVERTISEMENT

Astra Cetak Laba Rp 18 T, Naik 106% Berkat GoTo

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2022 19:23 WIB
Deretan gedung pencakar langit menghiasi wajah Jakarta. Hari ini, salah satu gedung tertinggi diresmikan, yaitu Menara Astra.
Astra Cetak Laba Rp 18 T, Naik 106% Berkat GoTo/Foto: Dok
Jakarta -

PT Astra International Tbk mencetak laba bersih Rp 18,2 triliun pada semester I-2022. Capaian tersebut naik 106% jika dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,83 triliun.

Laba bersih tersebut termasuk keuntungan nilai wajar atas investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo. Jika tidak memperhitungkan keuntungan yang belum direalisasikan tersebut, maka laba bersih Astra naik 64% menjadi Rp 14,5 triliun.

"Pada semester pertama tahun 2022, grup Astra (Grup) mencatatkan kinerja yang baik pada hampir semua divisi bisnis, didukung oleh membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga komoditas secara signifikan. Kinerja Grup untuk sisa tahun ini diperkirakan akan tetap kuat, meskipun Grup diperkirakan masih akan menghadapi situasi yang belum stabil dan diliputi ketidakpastian," kata Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro dalam keterangannya, Kamis (28/7/2022).

Laba bersih per saham tercatat Rp 449 naik dari periode yang sama tahun lalu Rp 218. Sementara laba per saham tanpa memperhitungkan investasi di GoTo sebesar Rp 357.

Astra mencatat pendapatan bersih konsolidasian grup pada semester pertama tahun 2022 sebesar Rp 143,7 triliun, meningkat 34% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan lebih tinggi dibandingkan kinerja sebelum pandemi.

Kinerja tersebut dianggap mencerminkan kinerja yang kuat dari hampir semua divisi bisnis, terutama divisi alat berat dan pertambangan, otomotif dan jasa keuangan grup.

Lebih lanjut, nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2022 sebesar Rp 4.541, meningkat 7% dibandingkan pada 31 Desember 2021. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan grup, mencapai Rp 33,6 triliun pada 30 Juni 2022, dibandingkan Rp 30,7 triliun pada akhir tahun 2021.

Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 35,9 triliun pada 30 Juni 2022 dibandingkan Rp 39,2 triliun pada akhir tahun 2021.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT