ADVERTISEMENT

Kinerja Moncer, Bagaimana Prospek Saham LTLS?

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 31 Jul 2022 12:47 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Kinerja PT Lautan Luas Tbk (LTLS) sepanjang semester I-2022 cukup positif. Emiten distribusi bahan kimia ini juga secara konsisten terus mengakselerasi kinerja untuk mencapai target tahun 2022.

Di sepanjang semester I-2022, PT Lautan Luas mencatat pendapatan sebesar Rp 4,06 triliun. Jumlah tersebut naik 32% dibanding periode sama tahun sebelumnya,

Perolehan laba bersih LTLS juga berhasil naik menjadi Rp 181 miliar atau naik 134% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 77 miliar.

"Pertumbuhan tersebut tentunya tidak terlepas dari konsistensi Lautan Luas dalam menjaga optimisme dengan memaksimalkan potensi dan peluang yang ada," terang Investor Relation Lautan Luas Eurike Hadijaya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/7/2022).

Bila dirinci, pendapatan LTLS berasal dari segmen distribusi dan manufaktur. Masing-masing berkontribusi 49% dan 44% dari total pendapatan.

"Segmen distribution yang menjadi core competence Lautan Luas juga mampu mencatat pertumbuhan sebesar 37% secara YoY, dan manufaktur mencatat pertumbuhan sebesar 25% secara YoY," ujar Eurike.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai kinerja topline maupun bottomline Lautan Luas pada kuartal II-2022 menunjukkan hasil yang sangat positif. Kondisi pandemi yang semakin baik dan semakin pulihnya aktivitas ekonomi menjadi faktor utama peningkatan kinerja segmen distribusi, dimana semester pertama ini tumbuh mencapai 37,8% dibanding tahun lalu.

"Selain itu struktur permodalan perseroan juga semakin sehat dimana rasio hutang yang terus menurun, tercatat rasio net debt to equity saat ini hanya sekitar 0,46x," kata Pandhu.

Pandhu menambahkan beban utang yang relatif rendah menjadikan perseroan relatif aman ketika menghadapi potensi kontraksi ekonomi di masa mendatang, yang secara global sudah mulai terusik dengan tingginya tingkat inflasi yang memicu para bank sentral menaikkan suku bunga.

Perubahan suku bunga ini juga mempengaruhi nilai tukar mata uang, dimana US Dollar terus menguat, yang juga menyeret kurs rupiah melemah belakangan ini, meski secara prosentase masih relatif lebih baik dibanding negara lain.

"Berbekal kinerja yang kuat sepanjang semester pertama ini, kami yakin LTLS masih dapat mempertahankan kinerjanya. Belum lama ini manajemen memberikan guidance untuk tahun 2022 menargetkan pendapatan meningkat 10%, dan NPM dipertahankan pada kisaran 4%, dengan kata lain pendapatan ditargetkan mencapai Rp 7,3 triliun, dan laba mencapai Rp 291 miliar, hingga saat ini sudah mencapai 55% target pendapatan dan 62% dari target laba," jelasnya.

Di sektor basic industry, ia melihat LTLS secara kinerja relatif stabil, meski dari sisi pendapatan cenderung tumbuh agak lambat secara jangka panjang, namun pemulihan dari pandemi tergolong cepat, bahkan tahun ini berpotensi mencapai pendapatan dan laba tertinggi.

Tingginya harga komoditas dan pelemahan nilai tukar rupiah selama ini tampak tidak mengganggu kinerja operasional, tampak dari gross profit margin yang stabil di kisaran 19-20% setiap tahunnya.

Secara valuasi saat ini LTLS diperdagangkan pada level PE 6x dan PBV 0,72x, masih relatif rendah jika dibandingkan rata-rata valuasi sektor basic industry yang berada pada PE 12,46x dan PBV 1,08x. Kemudian jika dibandingkan dengan rata-rata PE 5 tahun terakhir yang berada di kisaran 7,25x, posisi saat ini juga masih relatif lebih rendah sehingga cukup menarik untuk dikoleksi untuk jangka panjang. "Kami targetkan LTLS untuk 12 bulan kedepan dapat mencapai Rp 1.635," jelas Pandhu.



Simak Video "Kisah Guru Paud Kasih Bunda Dalam Mengajar Anak-anak Anambas (BRI)"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT