ADVERTISEMENT

Kebab Baba Rafi Besok Listing di Bursa, Raffi Ahmad Jadi Muncul?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 04 Agu 2022 16:14 WIB
Kebab Baba Rafi
Foto: Kebab Baba Rafi (Istimewa/SKB Food)
Jakarta -

PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food) dengan kode RAFI akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 5 Agustus besok. Dalam penawaran umum perdana saham pada 1-3 Agustus, nilai pemesanan sahamnya mencapai Rp 1,567 triliun dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 75,75 kali.

Investment Banking Division PT Investindo Nusantara Sekuritas Zharfan Dhaifullah selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek Penawaran Umum Perdana Saham IPO SKB Food menjelaskan, jumlah pemesanan saham pada Penawaran Umum Perdana saham RAFI dengan sistem penawaran umum elektronik cukup tinggi.

Dikutip dari pernyataan tertulisnya, Kamis (8/4/2022), tercatat ada sebanyak 21 ribu pemesan dengan jumlah pemesanan 12,44 miliar saham atau setara sebesar Rp 1,57 triliun.

Untuk penjatahan terpusat (pooling), jumlah pemesanan mencapai 11,65 miliar saham sehingga terjadi oversubscribed hampir 82 kali. Adapun secara total terjadi oversubscribed sebanyak 13 kali pada sepanjang Penawaran Umum berlangsung.

"Pesanan yang masuk ada 120,243 juta lot untuk pooling atau oversubscribed hampir 82 kali (81,90 kali) dari pooling yang ditawarkan," ungkap Zharfan.

Sedangkan pesanan untuk penjatahan pasti atau fixed allotment tercatat sebanyak 7,893 juta lot sehingga total pesanan mencapai sebanyak 128,136 juta lot terhadap saham RAFI atau mencerminkan 1.351,53% yang setara lebih dari Rp 1,56 triliun dari total saham yang ditawarkan SKB Food pada IPO ini.

SKB Food menawarkan 9,4 juta lot atau sebanyak 948.090.000 (Sembilan ratus empat puluh delapan juta Sembilan puluh ribu) saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel, dengan nilai nominal Rp 15 setiap saham.

Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 30,31% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana saham dengan harga Rp 126 per saham.

Sebelumnya, muncul isu adanya Raffi Ahmad dalam IPO emiten berkode RAFI ini. Alasannya karena perusahaan waralaba yang menaungi Kebab Baba Rafi itu menggunakan kode saham RAFI. Namun perusahaan hingga saat ini belum mengonfirmasi mengenai kabar tersebut. Kepastiannya bisa kita tunggu saat listing di BEI besok dilakukan.

"Nanti, akan diumumkan saat pencet tombol (saat listing)," ujar Eko Pujianto, Direktur Utama SKB Food dikutip saat ditanya soal itu beberapa waktu lalu.

Yang pasti, Komisaris Utama SKB Food, Jadug Trimulyo Ainul Amri berharap tingginya minat investor terhadap penawaran saham RAFI menjadi motivasi bagi pelaku usaha UMKM Indonesia.

"Semoga tingginya apresiasi pasar terhadap penawaran saham RAFI yang kita tahu berawal dari gerobakan di lantai trotoar sampai bisa melantai di Bursa saham ini juga menjadi cermin kekuatan dan kebanggaan UMKM Indonesia yang mampu bertahan dan cepat bangkit di tengah pandemi," ujarnya.

Direktur Utara (Dirut) SKB Food Eko Pujianto menambahkan, tingginya minat investor itu menjadi bukti bahwa UMKM bisa naik kelas. Dia menyebut setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati hasil. Eko mengatakan, perjalanan SKB Food sampai ke lantai bursa cukup panjang dan melewati banyak fase.

"SKB Food awalnya adalah UMKM, kemudian 2017 secara internal kami berbenah sehingga bisa menerapkan budaya korporasi. Di masa pandemi kami bisa bertahan dan justru makin berkembang, sampai akhirnya sekarang bisa melakukan IPO dengan harapan berkembang bisa lebih baik lagi," pungkasnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT