ADVERTISEMENT

The Fed Beri Sinyal Suku Bunga Naik Lagi, Yuan China Langsung Ambruk

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 30 Agu 2022 14:56 WIB
Edisi baru seri kelima mata uang China renminbi, atau yuan, secara resmi diluncurkan. Seperti apa penampakannya?
Foto: Xinhua
Jakarta -

Nilai Yuan China merosot ke level terendah dalam dua tahun. Kondisi ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberi sinyal kenaikan suku bunga bakal lebih banyak.

Yuan menyusut sekitar 0,5% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/8) dalam perdagangan di luar China. Yuan kini diperdagangkan di 6,9277, level terendah sejak Agustus 2020.

"Pelemahan yuan baru-baru ini juga didorong oleh data ekonomi dan penurunan suku bunga yang lebih buruk dari perkiraan," kata Analis Citi dalam sebuah catatan kepada klien, dikutip dari CNN, Selasa (30/8/2022).

Aset berisiko telah jatuh secara global setelah Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral AS akan memerangi inflasi dengan kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Saham di Asia juga merosot setelah pernyataan Powell. Nikkei 225 (N225) Jepang turun 2,7%, Kospi Korea (KOSPI) turun 2,1%, dan Hang Seng (HSI) Hong Kong turun 0,8%. Shanghai Composite (SHCOMP) China juga turun 0,1%.

Awal bulan ini, People's Bank of China secara tak terduga memangkas suku bunga setelah data baru menunjukkan ekonomi tidak bergairah karena lockdown penanganan pandemi COVID-19. Ditambah penurunan properti terjadi semakin dalam.

Analis juga khawatir tentang dampak gelombang panas dan kekeringan yang memecahkan rekor China. Beberapa bisnis internasional termasuk Tesla (TSLA) dan Toyota (TM) telah menghadapi gangguan di pabrik karena pemadaman listrik.



Simak Video "The Fed Waspadai Ancaman Virus Corona Terhadap Ekonomi Global"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT