ADVERTISEMENT

Charles Bakal Jadi Raja, Bursa Efek London Dibuka Semarak

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 09 Sep 2022 14:41 WIB
Woman looking stock market Data on smart phone
Foto: Getty Images/iStockphoto/Orientfootage
Jakarta -

Bursa Efek London hari ini dibuka di zona hijau. Indeks FTSE 100 tercatat menguat setelah kemarin ditutup menguat tipis.

Tercatat indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,91% atau 67 poin ke posisi 7.329. Beberapa saat kemudian penguatan berlanjut dengan naik 1,04% ke posisi 7.338.

Ini merupakan perdagangan pertama setelah kabar kematian Ratu Elizabeth II. Selepas sang Ratu menutup mata, Pangeran Charles III akan menggantikan posisinya sebagai Raja.

Dilansir melalui Mirror, Jumat (9/9/2022), kematian ratu akan membuat beberapa perubahan dalam aktivitas warga Inggris dalam masa berkabung nasional selama kurang lebih 12 hari. Salah satunya ialah, Bursa Efek London akan ditutup, setidaknya untuk hari pemakaman Ratu.

Tidak menutup kemungkinan Bursa Efek London akan ditutup selama beberapa hari. Dan apabila hal itu terjadi, berpotensi merugikan ekonomi hingga miliaran dollar. Namun ternyata, Bursa Efek London tidak melakukan hal demikian.

Editor Bisnis France 24, Kate Moody mengatakan dalam sebuah video, Bursa Efek London telah mengeluarkan pernyataan simpati dan belasungkawanya. Meski demikian, pihak pasar saham itu akan buka seperti biasa dan akan menutup perdagangan pada saat hari pemakaman.

"Sekarang jika pemakaman berlangsung pada hari kerja, Bursa Efek London akan tutup untuk hari itu. Mereka telah mengeluarkan pernyataan simpati dan belasungkawa," kata Moody, dilansir melalui France 24.

"Tetapi juga mengkonfirmasi bahwa mereka akan buka seperti biasa, pada pukul 8.00 pada hari Jumat pagi," tambahnya.

Dengan demikian, Bursa Efek London akan terus beroperasi seperti biasa dan baru akan libur pada hari pemakaman Ratu Elizabeth II. Pihak pasar saham ini pun menyampaikan belasungkawanya itu melalui laman resminya.

"Kami sangat berduka atas meninggalnya Yang Mulia Ratu Elizabeth II. Simpati dan belasungkawa kami bersama Keluarga Kerajaan," tulis Bursa Efek London.

Tidak hanya pasar saham yang masih melanjutkan aktivitasnya, Moody menyebut Kantor Statistik Nasional pun demikian. Lanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Pangeran Charles Jadi Raja Inggris"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT