Perusahaan Cat Crazy Rich Surabaya Terdampak Harga Minyak, Jualan Rp 3 T Laba 777 M

ADVERTISEMENT

Perusahaan Cat Crazy Rich Surabaya Terdampak Harga Minyak, Jualan Rp 3 T Laba 777 M

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 12 Sep 2022 11:44 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

PT Avia Avian Tbk. (AVIA), membukukan kinerja positif pada semester I tahun 2022. Avian Brands mencatatkan penjualan sebesar Rp 3,38 triliun, meningkat 4,5% dibandingkan semester pertama tahun lalu sebesar Rp 3,23 triliun.

Kondisi perekonomian di Indonesia pada semester pertama tahun ini dipengaruhi oleh peningkatan inflasi yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Produk-produk bahan bangunan seperti cat, semen, keramik, dan produk lainnya telah mengalami kenaikan lebih dari dua digit sejak tahun lalu.

Disisi lain, kenaikan harga minyak dunia juga mempengaruhi kenaikan harga bahan baku, yang pada akhirnya juga mempengaruhi margin laba. Manajemen Avian Brands melalui upaya dan strategi peningkatan harga jual produk secara prudent dan pengendalian biaya di semester-1 2022 ini juga mampu mempertahankan marjin laba yang kuat dan sehat.

Kinerja keuangan Avian Brands membukukan margin laba kotor untuk semester I tahun ini sebesar 41,1% atau setara dengan Rp 1,39 triliun. Di sisi lain, margin EBITDA dan laba bersih masing-masing berada pada tingkat 27,1% atau setara dengan Rp 917 miliar dan 23,0% atau setara dengan Rp 777 miliar.

Terlepas dari kondisi ekonomi yang menantang tersebut, Avian Brands tetap melanjutkan upaya penambahan pusat distribusi. Sampai dengan semester pertama tahun ini, jumlah seluruh pusat distribusi adalah di 139 lokasi yang terdiri dari 105 pusat distribusi yang dimiliki sendiri dan 35 pusat distribusi pihak ketiga.

Penambahan pusat distribusi sendiri ditargetkan menjadi 140 lokasi pada tahun 2026. Selain itu, Avian Brands juga berencana membangun pusat distribusi mini dengan target sebanyak 35 lokasi yang akan melengkapi pusat distribusi yang dimiliki sendiri tersebut.

Saat ini, jaringan distribusi Avian Brands telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, meliputi seluruh 37 provinsi dan 98 kota yang ada di Indonesia dengan jumlah pelanggan lebih dari 54.500 toko bahan bangunan. Pada semester pertama tahun ini, jumlah pelanggan meningkat sebesar 3,9% dibandingkan dengan tahun lalu.

Sepanjang periode semester pertama tahun ini, Avian Brands telah meluncurkan beberapa produk baru, termasuk diantaranya, beberapa produk dalam segmen perawatan kayu, yang memiliki potensi pasar cukup besar, dimana kontribusi penjualan segmen ini baru 6,6% dari total penjualan.


Produk baru lainnya adalah No Drop Anti Panas, Avitex Anti-Virus untuk kategori cat dinding dan No Drop Tape untuk kategori cat pelapis anti bocor. Avitex Anti-Virus bersertifikasi Green Label Singapore dan telah lulus uji laboratorium dari Analytical Lab Group (Amerika Serikat) dan Universitas Airlangga (Indonesia).

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT