ADVERTISEMENT

Indosat Tambah Utang, Berani Kasih Bunga 7,90% per Tahun

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 15 Sep 2022 12:52 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

PT Indosat Ooredoo Hutchison (Perseroan) mengumpulkan para investor dalam agenda Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi IV Indosat Tahap I Tahun 2022 dan Sukuk Ijarah IV Indosat Tahap I Tahun 2022. Kedua penawaran itu diterbitkan dalam mata yang rupiah.

Adapun jumlah emisi yang diterbitkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 15 triliun. Total itu terdiri dari obligasi berkelanjutan IV Indosat sebesar Rp 10,5 triliun dan sukuk ijarah IV Indosat Rp 4,5 triliun.

"Target size untuk tahap satu untuk obligasi sebanyak banyaknya Rp 1,75 triliun dan untuk sukuk ijarah sebanyak-banyaknya Rp 750 miliar," terang Direktur CIMB Niaga Sekuritas Martin Simorangkir, dalam acara Investor Gathering dan Public Expose IOH secara virtual, Kamis (15/9/2022).

Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah setelah dikurangi biaya penerbitan akan digunakan untuk membayar utang perseroan dan biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio dalam mata uang rupiah.

Lebih detail mengenai penawaran tersebut, obligasi dan sukuk ijarah terdiri atas 3 seri dengan jangka waktu 1 hingga 5 tahun. Untuk seri A kisaran suku bunga sebesar 4,25%-5,00% per tahun, seri B 6,30%-7,10% per tahun (3 tahun), seri C 6,90%-7,90% per tahun (5 tahun).

Dalam kesempatan yang sama, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menjelaskan obligasi dan sukuk ijarah ini akan digunakan untuk memastikan perusahaan berkembang dan tumbuh lebih baik. Jadi perusahaan akan terus mengejar pertumbuhan tersebut dengan berbagai cara.

"Untuk menjadikan itu kenyataan, pertumbuhan itu akan ditentukan pengalaman pengguna atau customer experience dan untuk memberikan pengalaman pengguna, tentu saja kami harus menggunakan resource yang sudah termasuk yang dilakukan pada hari ini untuk memastikan perusahaan dapat bertumbuh dengan mengoptimalkan pelayanan pada pelanggan, dan pada akhirnya pelanggan yang akan merasakan pertumbuhan dari perusahaan," jelasnya.

Proses book building dimulai sejak 14 September hingga 27 September 2022. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat diterima pada 17 Oktober 2022, dan Obligasi serta Sukuk Ijarah akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Oktober 2022.

Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini didukung oleh tim penjamin pelaksana emisi efek utama yang terdiri dari PT BCA Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Untuk diketahui, obligasi yang diterbitkan mendapatkan rating idAAA (triple A), sementara untuk sukuk ijarah mendapatkan rating juga idAAA (sy) (triple A). Kedua rating itu didapat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Simak juga Video: Berapa Kecepatan Layanan 5G Indosat di Bali?

[Gambas:Video 20detik]



(ada/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT