ADVERTISEMENT

IHSG Terjungkal Pagi Ini Usai Ditutup Menguat Kemarin

tim detikcom - detikFinance
Jumat, 16 Sep 2022 09:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berbalik arah. Setelah kemarin menguat hingga cetak rekor intraday, IHSG pagi ini dibuka di zona merah.

Dikutip dari data RTI, Jumat (15/6/2022), saat pembukaan IHSG tercatat melemah 16,61 poin atau 0,22% ke level 7.288.

Lima menit setelah perdagangan saham dibuka, IHSG masih melanjutkan pelemahan sebanyak 34 poin atau 0,47% ke level 7.271.

IHSG pagi ini sudah diperdagangkan sebanyak 2,05 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,01 triliun dan transaksi sebanyak 97.497 kali.

Technical analist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul memprediksi, IHSG hari ini bakal menguat tipis. IHSG Daily, 7,305.6 (+0.38%), test support at 7,274, daily trading range 7,274 - 7,330, cut loss level di 7,240. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak turun namun mulai terbatas.

Indeks ini masih berada di atas upper bands pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized masih cenderung bergerak naik namun juga mulai terbatas.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, M. Julian Fadli mengungkap, dari mancanegara, pasar derivatif Amerika Serikat (AS) melihat adanya potensi kenaikan suku bunga hingga 30% menjadi 100 bps sehingga akan mencapai paling tinggi pada level 4,3% di bulan Februari 2023.

Sementara itu, Bank Sentral China (PBOC) mempertahankan suku bunga Medium-term Lending Facility untuk tenor 1 tahun di level 2,75%. Di lain sisi, kinerja impor di Jepang mengalami kenaikan menjadi 49,9% secara YoY pada Agustus 2022.

Kinerja ekspor meningkat 22,1% YoY, sehingga defisit Neraca Perdagangan Jepang semakin dalam menjadi JPY2,817 miliar di bulan Agustus 2022. Adapun Jepang telah mengalami defisit secara 13 bulan beruntun.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT