ADVERTISEMENT

IHSG Galau di Awal Pekan

tim detikcom - detikFinance
Senin, 19 Sep 2022 09:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat, mencoba membalikkan tren negatif yang terjadi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Dikutip dari data RTI, Senin (19/6/2022), saat pembukaan IHSG tercatat menguat 0,42% ke level 7.199.

Lima menit setelah perdagangan saham dibuka, IHSG berbalik arah melaju ke zona merah dengan pelemahan 0,12% ke level 7.160.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Musikoningsih mengungkapkan, ada sejumlah sentimen yang bakal mewarnai laju IHSG hari ini.

Dari dalam negeri, ada sentimen yang datang dari laporan dari Bank Indonesia yang mencatat data transaksi periode 12 September 2022 hingga 15 September 2022.

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing (nonresiden) di pasar keuangan domestik dengan beli neto sebesar Rp150 miliar.

Terdiri dari beli neto Rp 1,73 triliun pada pasar Surat Berharga Negara (SBN), di sisi lain terdapat penjualan neto pada pasar saham sebesar Rp 1,58 triliun. Sementara itu, Pemerintah menyiapkan tambahan alokasi anggaran kompensasi energi untuk tahun 2023 senilai Rp 1,5 triliun.

Namun, nilai subsidi energi telah ditetapkan senilai Rp212 triliun, terdiri dari subsidi BBM Rp 21,5 triliun, _Liquid Petroleum Gas_ (LPG) tabung 3 kilogram senilai Rp117,8 triliun, dan listrik Rp 72,6 triliun.

Dari mancanegara, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,2% sepanjang tahun 2022 dan 2,9% pada tahun 2023. Adapun, IMF akan merilis laporan riset terkininya pada bulan depan.

Sementara itu, Asosiasi Industri Semikonduktor yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengumumkan awal bulan ini penjualan semikonduktor global meningkat 7,3% YoY di Juli 2022.

Namun lead time semikonduktor berdasarkan laporan Susquehanna Financial Group mencatatkan penurunan pada Agustus 2022, hal tersebut disebabkan oleh ekspor teknologi ke China yang menurun 14,4% pada Agustus 2022.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT